Machfud Tertinggal 6 Persen, PDIP: Ada yang Tak Bisa Tidur!

PILWALI SURABAYA: Anas Karno, ada yang tak bisa tidur lihat hasil survei Eri -Armuji yang tinggi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Anas Karno, ada yang tak bisa tidur lihat hasil survei Eri -Armuji yang tinggi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Juru Bicara (Jubir) Eri Cahyadi-Armudji, Anas Karno menyebut ada pihak yang gusar dan tak bisa tidur gara-gara pasangan Machfud Arifin-Mujiaman tertinggal enam persen hasil survei internal PDIP maupun lembaga lain.

”Saya dapat info valid, rupanya ada yang tidak bisa tidur, ada yang sangat galau membaca hasil survei. Baik hasil survei kami maupun pihak lain, intinya sama, yaitu insyaallah Mas Eri dan Cak Armuji unggul,” ujarnya kepada media, Senin (25/10/2020).

Anas bersyukur atas capaian yang menyebutkan Eri-Armuji unggul. Hal itu menunjukkan bahwa kesolidan seluruh elemen pendukung terbukti dengan baik di lapangan.

“Semua partai dengan tokoh-tokohnya bergerak masif di lapangan, seluruh relawan bekerja tulus dalam pemenangan,” katanya.

Namun hasil survei yang unggul tebal bukan tanpa risiko. Menurut Anas, saat ini pihaknya terus mendapat serangan masif di lapangan. Alat Peraga Kampanye (APK) Eri-Armuji banyak dirusak. Bahkan ada foto Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias yang disobek dan dicoret.

”Ada yang mulai menghalalkan segala cara. Saya sudah laporkan ke Mas Eri dan Cak Armuji, tapi beliau berdua dengan tegas meminta seluruh kader partai dan relawan untuk stay cool, santun, jangan membalas,” katanya.

“APK boleh dirusak, tapi ternyata cinta warga ke Bu Risma, ke Mas Eri, ke Cak Armuji tidak akan pernah bisa dirusak,” sambung anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP tersebut.

Meskipun, tandas Anas, ada pihak yang mulai sering marah-marah begitu membaca hasil survei Eri-Armuji yang unggul tebal.

”Bu Risma diserang, dituduh salahi aturan kampanye. Padahal ada bukti surat Bu Risma sudah meminta izin ke Ibu Gubernur Jatim, dan sudah diizinkan pula oleh Bu Gubernur,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya lebih memilih pada konsentrasi pemenangan. Dalam waktu sekitar 40 hari tersisa, sambung Anas, pihaknya akan memperkuat konsolidasi seluruh elemen pendukung.

”Di kampung-kampung, marak sekali konsolidasi. Dalam kesederhanaan. Tidak ada mobil mewah, tidak ada perayaan glamor, karena semua berbasis gotong royong, rakyat tak ingin ada pihak yang ingin merusak Kota Surabaya dan menghentikan program-program baik Bu Risma,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya