Lamongan Kekeringan! 79 Dusun dan 58 Desa Butuh Air Bersih

LAMONGAN KEKERINGAN: Dropping air bersih di desa di Kabupaten Lamongan yang mengalami kekeringan. Total 78 dan 58 desa kekurangan air bersih. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
LAMONGAN KEKERINGAN: Dropping air bersih di Desa Pangkatrejo yang mengalami kekeringan. Total 78 dusun dan 58 desa kekurangan air bersih. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Kemarau panjang mengakibatkan puluhan dusun dan desa yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Lamongan, mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.

“Sejak 16 Juli kemarin, data desa yang mengalami kekeringan terus bertambah. Hingga saat ini ada 79 dusun dan 58 desa di Lamongan kekurangan air bersih,” terang Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin, Minggu (23/9).

Bahkan jumlah tersebut, tandas Muslimin, kemungkinan akan terus bertambah jika melihat kondisi cuaca saat ini dan tidak segera turun hujan.

• Baca: Secercah Harapan Bocah Yatim dengan Kaki Palsu dari Polisi

Mengatasi kekurangan air bersih yang terjadi, pihak BPBD Lamongan telah memanfaatkan tiga unit mobil tangki air dengan kapasitas 5.000 liter untuk dropping air bersih ke desa yang mengalami kekeringan.

Muslimin menyebutkan, hingga saat ini bantuan dropping air bersih terhitung sudah 295 tangki, padahal anggarannya hanya cukup 270 tangki. Jika sampai akhir Oktober hujan belum turun, maka kebutuhan dropping air bisa sampai 400 tangki.

• Baca: Bawaslu Lamongan Bubarkan Kegiatan Bakal Caleg PDIP

“Bantuan dropping air bersih rata-rata sehari tiga sampai enam desa atau dusun, tergantung jarak tempuhnya jauh atau tidak. Untuk setiap desa atau dusun maksimal dua tangki,” tuturnya.

Dia mengimbau warga desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, agar berhemat dan menggunakan air seperlunya. Apalagi diperkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober.

“Warga juga harus hemat menggunakan air, jangan boros, gunakan sesuai kebutuhan,” pesannya.

Jarang Dapat Bantuan

DROPPING AIR: Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin memimpin dropping air bersih kepada warga. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
DROPPING AIR: Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin memimpin dropping air bersih untuk kebutuhan warga. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Sudarmono, salah seorang warga Dusun Awar-Awar, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, mengaku sudah satu bulan ini di kampungnya mengalami kekurangan air bersih. Semua sumber mata air tidak lagi keluar.

“Untuk mendapatkan air, warga harus menuju kampung sebelah yang jaraknya cukup jauh. Kalau mau ambil di sumur, harus menunggu beberapa jam sampai airnya tergenang baru dapat air. Itu pun airnya kotor,” kata Sudarmono.

• Baca: Korupsi Dana Cashback, Kejari Lamongan Kejar Aktor Lain

Selain itu, jarak tempuh yang jauh dan medan yang sulit menuju kampung ini, tambah Sudarmono, membuat kampungnya jarang mendapatkan bantuan air bersih.

Dia berharap adanya bantuan dropping air bersih dari pihak pemerintah maupun instansi lain, membuat warga dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan air dalam kesehariannya.

“Selain berharap adanya bantuan air bersih, kami juga berdoa agar segera diturunkan hujan agar kekeringan tidak berlanjut,” harapnya.

» Baca Berita Terkait Kekeringan, Lamongan