Korupsi Dana Cashback, Kejari Lamongan Kejar Aktor Lain

KEJAR AKTOR LAIN: Sholahudin Serba Bagus (kiri) dan Yugo Susandi, dugaan korupsi cashback tak berhenti ke Kadis Kominfo Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
KEJAR AKTOR LAIN: Sholahudin Serba Bagus (kiri) dan Yugo Susandi, kasus korupsi cashback tak berhenti di Kadis Kominfo Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Setelah menetapkan Kepala Dinas Kominfo Lamongan, Erfan Salim sebagai tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) terus melakukan pendalaman terkait dugaan korupsi dana cashback langganan layanan internet dari PT Telkom senilai Rp 150 Juta.

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi mengatakan, berbekal keterangan para saksi dan tersangka, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya aktor lain yang ikut menikmati aliran dana korupsi tersebut.

“Kami sedang mendalami, dan lebih jelasnya nanti akan disampaikan dalam persidangan,” kata Yugo kepada awak media, Kamis (6/9).

• Baca: Tersangka Korupsi! Kejari Tahan Kadis Kominfo Lamongan

Dugaan dana mengalir ke aktor lain, menurut Yugo, tentu saja ada karena setiap kasus korupsi biasanya tidak dilakukan sendirian. Apalagi berdasarkan pengakuan tersangka saat diperiksa, dana tersebut digunakan untuk sejumlah alokasi.

“Sesuai keterangan tersangka, dana tersebut salah satunya dialokasikan untuk biaya perjalanan. Namun tersangka tidak mengakui adanya aktor lain yang terlibat,” terangnya.

Yugo menyebutkan, meskipun tersangka berdalih dana tersebut disebar ke beberapa alokasi, apa yang dilakukan tetap dianggap melanggar hukum karena dana itu harusnya masuk kas daerah, bukan ke rekening pribadi.

• Baca: Kejari Usut Dugaan Korupsi di Dinas Kominfo Lamongan

Di sisi lain, Sholahudin Serba Bagus, kuasa hukum Erfan Salim, mengaku akan terus berupaya melakukan upaya agar permohonan penangguhan kliennya dikabulkan.

“Kami masih menunggu kabar dari kejaksaan terkait pengajuan penangguhan yang sudah kami ajukan. Klien kami sangat kooperatif, karena itu tidak ada alasan untuk tidak mengabulkan permohonan,” pungkasnya.