Kunjungi Bambang DH, Eri Diwejang soal Aset dan Banjir!

NGANGSU KAWERUH: Eri Cahyadi (kiri) didampingi Adi Sutarwijono (kanan) silaturahim ke Bambang DH. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
NGANGSU KAWERUH: Eri Cahyadi (kiri) didampingi Adi Sutarwijono (kanan) silaturahim ke Bambang DH. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sabtu (6/3/2021) sore, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersilaturrahmi ke kediaman Wali Kota Surabaya 2002-2010 yang saat ini anggota DPR RI, Bambang DH. Dalam pertemuan yang berlangsung cair tersebut, Eri didampingi Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Eri tiba di rumah Bambang DH di daerah Gayungsari, Surabaya pukul 13.30 WIB. Kedatangannya langsung disambut Bambang DH dan Adi yang datang terlebih dulu. Ketiganya lantas menuju ruang tamu dan berdiskusi sekitar dua jam.

Usai pertemuan, Bambang DH menuturkan, sebenarnya komunikasi antara dirinya dan Eri tidak pernah putus seperti melalui aplikasi chatting WhatsApp. Bahkan saat kampanye dulu, Eri pernah ingin bertemu dengan dirinya dilarang, karena lebih baik untuk kampanye yang sehari bisa ke beberapa lokasi.

“Karena sekarang ada waktu longgar, Mas Eri bersama Pak Awi (Adi Sutarwijono) bisa main ke sini. Saya sempat menyampaikan beberapa hal kepada Mas Eri,” kata Bambang DH.

“Seperti pengamanan aset harus jadi perhatian Pemkot, apalagi aset ini juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Selain itu juga masalah lingkungan, banjir, dan hal-hal teknis lainnya,” sambungnya.

Menurut Bambang DH, Eri sudah paham betul permasalahan Surabaya karena orang lama di Pemkot, ASN yang sudah bertugas di banyak OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Sehingga peta Surabaya sudah sangat mengerti.

“Saya termasuk orang yang tidak tertarik dengan janji 100 hari kerja. Tidak bisa orang kerja hanya dibatasi dengan 100 hari kerja. Yang penting apa yang baik diteruskan, kurang baik dikoreksi sehingga menjadi lebih baik,” paparnya.

Bambang DH menambahkan, pemimpin hadir dan membawa perubahan itu memang harus. Tapi biarkan membawa perubahan dengan gaya dirinya sendiri. Sebab, orang memiliki gaya kepemimpinan sendiri-sendiri.

“Mas Eri punya komitmen untuk membawa Surabaya lebih baik. Tidak arif dan bijaksana jika saya harus mengarahkan: Kamu harus begini, kamu harus begitu. Biarkan Mas Eri memimpin dengan gayanya sendiri, karena setiap pemimpin punya gayanya masing-masing,” tandasnya.

Datang Ngangsu Kaweruh

Sementara itu Eri menerangkan, kedatangannya ke rumah Bambang DH untuk menimba ilmu. Sebab, selain pernah menjabat wali kota Surabaya, Bambang DH  sosok politikus senior yang kenyang pengalaman.

“Saya ke sini ngangsu kaweruh. Beliau banyak pengalaman. Beliau sukses membawa Surabaya menjadi hebat. Sehingga apa yang telah beliau kerjakan akan saya teruskan. Bagi saya, kesempurnaan adalah ketika kita bisa melanjutkan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan pemimpin sebelumnya,” ujarnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengatakan, dalam pertemuan dengan Bambang DH banyak sekali yang dibahas. Seperti menyelesaikan masalah aset, menyelesaikan banjir, dan program-program harus pro wong cilik.

“Menjalankan program-program itu memang tidak bisa dibatasi waktu, apalagi sekarang masa pandemi Covid-19. Pasti akan banyak mengoper kegiatan dan anggaran. Namun yang pasti, semua itu demi wong cilik. Itu yang akan saya pegang nanti sampai akhri masa jabatan,” tegasnya.

Sedangkan Adi mengaku sangat senang dan gembira dengan adanya pertemuan dua wali kota Surabaya tersebut. Menurutnya, pertemuan ini adalah pertemuan yang lama dinanti-nanti, karena kesibukan keduanya baru sekarang terlaksana.

“Kami banyak membicarakan tentang kerakyatan, persoalan Surabaya seperti banjir, taman, pembenahan kampung. Utamanya Pak Bambang DH tadi menekankan soal keperpihakan pemerintah kepada wong cilik,” katanya.

Menurutnya, keperpihakan kepada wong cilik ini harus diwujudkan dalam kebijakan-kebijakan yang konkret, yang bisa dirasakan oleh warga Surabaya. “Mas Eri punya respons yang sangat cepat soal itu,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya