Surabaya Era Eri, Bara JP: Wujudkan Transportasi Massal!

PAKET SEMBAKO: Gianto Wijaha (kanan), bagi-bagi sembako wujud syukur pelantikan Eri-Armuji. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
PAKET SEMBAKO: Gianto Wijaha (kanan), bagi-bagi sembako wujud syukur pelantikan Eri-Armuji. | Foto: Barometerjatim/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ditandai lewat pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/2/2021), Kota Surabaya era Eri Cahyadi dimulai usai satu dekade dipimpin Tri Rismaharini alias Risma.

Berbagai elemen masyarakat, termasuk Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), berharap Eri yang didampingi Armuji bisa membawa Kota Pahlawan semakin baik.

Menurut Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Jatim, Gianto Wijaya, selama dua periode Risma membuat tata kota, taman-taman bagus sekali, maka di era Eri ini ada dua hal yang sangat dibutuhkan.

“Pertama, Surabaya butuh transportasi massal. Kedua, lapangan pekerjaan untuk milenial kita ini masih sangat kurang,” katanya usai bagi-bagi peket sembako, Sabtu (27/1/2021), sebagai wujud syukur atas pelantikan Eri-Armuji.

Transportasi massal yang dibutuhkan Surabaya, kata Gianto, bukan sebatas Suroboyo Bus yang ada saat ini. Terlebih keberadaan “Bus Tayo” tersebut masih jauh disebut sebagai transportasi massal.

“Kalau yang ada sekarang itu kan cuma bus jalan-jalan. Belum dikelola secara transportasi massal, karena syarat-syarat belum terpenuhi. Misalnya berapa sih jumlah busnya, koridornya, dan seterusnya. Kalau kita lihat di Singapura, misalnya, di halte ada itu food court dan seterusnya,” paparnya.

Transportasi massal yang dimaksud Gianto, minimal LRT (Light Rail Transit) atau trem dengan koridor Surabaya timur ke barat dan utara ke selatan. “Syukur-syukur bisa terintegrasi ke Gresik, Bangkalan, dan nyambung sampai Sidoarjo,” katanya.

Soal transportasi massal di Surabaya, sebenarnya sudah diwacanakan Risma sejak menjabat kepala Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota), dan proyek trem yang diperkirakan menelan anggaran Rp 3,8 triliun mulai dibahas pada 2016.

Tapi selama 10 tahun memimpin, Risma gagal mewujudkan trem di Kota Pahlawan. Risma mengaku sudah berjuang keras untuk mendapatkan anggaran triliunan rupiah tersebut. Termasuk tawaran bantuan hibah Rp 1,5 triliun dari pemerintah Jerman. Namun nyatanya hingga kini tak kunjung terealisasi.

Lapangan Kerja Baru

Selain transportasi massal, lanjut Gianto, Eri harus mengisi Surabaya yang sudah indah ini dengan membahagiakan warganya lewat penciptaan lapangan pekerjaan baru sebanyak-banyaknya.

“Lalu mengembangkan kota untuk ke depannya, supaya Surabaya betul-betul menjadi kota metropolis dan menjadi hub-nya Indonesia timur. Betul-betul untuk masyarakat luas, bukan hanya masyarakat menengah ke atas saja,” paparnya.

Yakin Eri bisa membuat Surabaya semakin baik dari era Risma? “Pasti, jika melihat gaya Eri yang merupakan pemuda dengan ide-ide kreatif, serta pemimpin muda yang punya pengalaman cukup umpuni,” katanya.

Tak hanya itu, peran semua pihak juga dibutuhkan untuk sambung rasa antara wali kota dengan warganya. Apalagi, Eri berjanji akan membuka selebar-lebarnya, minimal seminggu sekali rumah dinasnya dibuat cangkrukan.

“Cangkrukan dengan pengusaha, tokoh agama, misalnya, ya segmentasi nanti lah, dari berbagai elemen. Sebab, banyak sekali ide-ide sambung rasa itu nyambungnya lewat model cangkrukan daripada di forum-forum resmi kan,” katanya.

Sementara terkait bagi-bagi sembako yang dilakukan Bara JP, menurut Gianto, selain wujud syukur atas pelantikan Eri-Armuji sekaligus amal bagi Ketua Umum Bara JP, Victor Sirait yang meninggal dunia, Kamis (18/2/2021).

“Ada 200 paket sembako yang kita bagikan, terdiri dari beras premium 5 Kg, 1 Kg gula, dan 1 liter minyak goreng. Peket sembako ini dibagikan untuk warga Surabaya yang membutuhkan,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Eri Cahyadi