Kamis, 26 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Konsumsi Ikan di Jatim 41,44 Kg per Kapita Setahun, Kata Arumi Bachsin Masih Rendah!

Berita Terkait

AYO MAKAN IKAN: Arumi Bachsin, kampanye gemar makan ikan di Kabupaten Bojonegoro. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TABUR BENIH IKAN: Arumi Bachsin, kampanye gemar makan ikan di Kabupaten Bojonegoro. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

BOJONEGORO, Barometerjatim.com – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim, Arumi Bachsin menyebut konsumsi ikan di Jatim masih terbilang rendah. Yakni sekitar 41,44 kg per kapita setahun menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Jatim.

Lantaran konsumsi masih rendah, hal itu membuat kebutuhan masyarakat akan Omega3 dan protein yang terdapat dalam ikan kurang terpenuhi.

“40 kg kalau didatangkan secara bersamaan ya memang banyak. Tapi kalau dibagi selama setahun, ini masih sedikit sekali,” kata Arumi saat melakukan Kampanye Gemar Makan Ikan di Balai Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (15/3/2022).

“Kalau dibandingkan dengan konsumsi ikan negara maju seperti Jepang yang tiap tahunnya mencapai 70-75 kg per kapita, jelas kita tertinggal jauh,” sambungnya.

Acara yang rutin digelar Diskanla Jatim setiap tahun tersebut, kali ini dilakukan di Bojonegoro mengingat wilayah ini merupakan satu dari empat kabupaten dengan angka stunting dan kematian ibu-anak yang masih tinggi.

“Maka dari itu, saya mengajak kepada bapak-ibu sekalian untuk mulai gemar memakan ikan agar permasalahan ini bisa terselesaikan,” ucap istri Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak tersebut.

Di sisi lain, Arumi menjelaskan bahwa tantangan yang mungkin dihadapi masyarakat adalah tak adanya laut di Bojonegoro. Meski demikian, dia menilai bahwa hal ini tidak bisa menjadi alasan untuk tidak dapat mengonsumsi ikan.

“Tidak ada laut, masih bisa makan ikan. Karena semua ikan baik dari laut maupun air tawar sama-sama punya gizi tinggi. Jadi tidak perlu khawatir kalau ingin makan bernutrisi harus mahal, yang penting tahu mana yang harus dimakan untuk bisa menjadi masyarakat penuh gizi,” terangnya.

Arumi kemudian berharap agar Pemkab Bojonegoro juga dapat bersinergi dengan Pemprov Jatim untuk meningkatkan kualitas perikanan daerah, karena memang harus adanya intervensi dari pemerintah. Selain itu, kampanye serupa juga perlu dilakukan di berbagai daerah dengan menggandeng pihak terkait.

“Semua pihak harus bersinergi, agar warga dapat dengan mudah menghidangkan ikan berkualitas dan bergizi di meja makan sehari-hari,” pesannya.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -