Kalau Pagar Nusa Kalah, Kalah Pancasila, yang Menang HTI!

PAGAR NUSA: KH Marzuki Mustamar, Pagar Nusa jangan kalah, lembek, nanti yang menang HTI. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PAGAR NUSA: KH Marzuki Mustamar, Pagar Nusa jangan kalah, lembek, nanti yang menang HTI. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar meminta Pagar Nusa agar terdepan dalam mengawal para kiai dan membentengi NKRI.

“Pagar Nusa NU, Pagar Nusa NKRI sejati, Pagar Nusa Pancasila sejati,” katanya saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jatim di Lapangan Parkir Timur Surabaya Plasa, Minggu (27/10/2019).

“Upayakan kalau ada kiai, orang yang duduk paling dekat dengan kiai itu Pagar Nusa. Sehingga kalau ada orang jahil, Pagar Nusa segera sekilas bisa menangkis yang mau berbuat jahat itu,” imbuhnya.

Kiai Marzuki juga meminta Pagar Nusa harus berani dan selalu menang dalam menghadapi rintangan apapun. Jangan sampai gampang lembek dan mudah kalah.

“Kalau Pagar Nusa kalahan, penakut, lembek, nangis, maka kalahlah NU! Bikin malu! Kalau Pagar Nusa kalahan, maka kalahlah Pancasila, yang menang HTI. Bikin malu!” tandasnya berapi-api.

Perluas Jaringan

PENGAWAL KIAI & NKRI: Pelantikan pengurus pencak silat Pagar Nusa Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PENGAWAL KIAI & NKRI: Pelantikan pengurus pencak silat Pagar Nusa Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Karena itu, dia meminta agar Pagar Nusa memperluas jaringan hingga tingkat kecamatan, bahkan ranting (desa). Termasuk mendatangi pondok pesantren (Ponpes)  maupun sekolah ma’arif NU yang belum ada Pagar Nusa-nya.

“Sekiranya di daerahmu ada sekolah ma’arif NU, pondok NU yang besar, belum ada Pagar Nusanya, beranikan sowan. Tawarkan Pagar Nusa siap melatih santri,” kata pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang itu.

Syukur kalau ada cabang yang mampu membentuk ranting di seluruh kecamatan, seluruh kabupaten, maka patut diberi apresiasi, misalnya diumrohkan.

“Lakukan rekrutmen anggota baru, terus lakukan. Mereka yang sudah menjadi anggota, rajin shalat, wirid, NU, Ahlussunah wal Jamaah, dan sudah punya sabuk, segera diterbitkan KTA,” pintanya.

Terkait rekrutmen ketua, Kiai Marzuki menyarankan agar di setiap tingkatan lebih diperketat. Misalnya, ketua harus rajin wirid, harus NU, dan sehat.

“Kalau enggak ada syarat ketentuan seperti itu, nanti Pagar Nusa dijadikan alat oleh orang yang punya kepentingan politik,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Nahdlatul Ulama