Kalahkan Gus Ipul, Duetkan La Nyalla dengan Anas atau Emil

BUTUH SOSOK MUDA: Abdullah Azwar Anas (kiri) dan Emil Elestianto Dardak (kanan), kandidat yang diharapkan La Nyalla Mattalitti bisa menjadi pasangannya di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejumlah lembaga survei, termasuk The Initiative Institute Surabaya Survey Center (SSC), masih menempatkan Wagub Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di posisi teratas dalam hal elektabilitas. Namun belakangan popularitasnya mulai disalip Mensos, Khofifah Indar Parawansa.

La Nyalla sendiri, merujuk hasil survei SSC periode 10-30 Juni 2017, menempati posisi kelima (4,40 persen) untuk elektabilitas dari simulasi 24 kandidat. Di bawah Gus Ipul, Tri Rismaharini (wali kota Surabaya), Khofifah dan Abdullah Azwar Anas (bupati Banyuwangi).

Meski demikian, La Nyalla Mattalitti optimistis bisa menumbangkan incumbent Gus Ipul di Pilgub Jatim 2018. Caranya? Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim itu berharap bisa dipasangkan dengan Azwar Anas atau Emil Elestianto Dardak (bupati Trenggalek).

• Baca: ‘Gaya Vespa’ La Nyalla Melaju di Penjaringan Demokrat

“Saya memang melihat sosok muda yang cocok itu ada di Mas Anas dan Emil Dardak. Jadi saya juga tertarik, jadi dua ini tertarik,” katanya saat mendaftar bakal Cagub lewat penjaringan DPD Partai Demokrat Jatim, Senin (17/7). “Tapi semua kan terserah partai (Demokrat). Saya kan hanya pengikut saja.”

Kalaupun tidak bisa berpasangan dengan Anas atau Emil, La Nyalla tetap yakin bisa menggantikan Soekarwo sebagai gubernur Jatim yang sudah dua periode memimpin. “Siapapun pasangan saya, saya yakin insyaallah nanti akan menggantikan Pakde Karwo (Soekarwo),” tegasnya.

Nah, untuk mewujudkan itu semua, La Nyalla berharap partai ‘tengah’: Demokrat (13 kursi), Gerindra (13), Partai Amanat Nasional (7) dan Partai Keadilan Sejahtera (6) bersatu untuk mendukungnya.

• Baca: Bantah ‘Boneka’ Gus Ipul, La Nyalla Yakin Gantikan Soekarwo

“Kalau partai tengah ini bisa bersatu, saya yakin bisa kalahkan partai-partai lain yang sudah kelas di atas itu,” katanya.

Partai atas yang dimaksud yakni dua partai penguasa Jawa Timur, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB/20 kursi) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP/19).

PKB sendiri hampir pasti mengusung Gus Ipul — meski sampai hari ini belum menurunkan SK — dan berharap PDIP bisa di-holopis kuntul baris-kan untuk bersama-sama mengusung incumbent.