Kala Rajutan Karya Crafter Surabaya Banjiri Pasar Amerika

EKONOMI KREATIF: Crafter Surabaya, nama tak terdengar di Kota Pahlawan tapi karya-karyanya membanjiri pasar Amerika. | Foto: Barometerjatim.com/ WIRA HARLIJADI
EKONOMI KREATIF: Crafter Surabaya, nama tak terdengar di Kota Pahlawan tapi karya-karyanya membanjiri pasar Amerika. | Foto: Barometerjatim.com/ WIRA HARLIJADI

Nama anggota komunitas belum menggaung di Surabaya. Tapi pengakuan dari internasional lebih dulu diraih lewat rajutan karya yang membanjiri pasar Amerika.

USIA mereka rata-rata paruh baya. Profesinya pun beragam. Berkat hobi dan ketekunan para personel Kinanthi Indonesian Craft Entrepreneur Community (KICC) mereka disatukan dalam karya kerajinan dengan pengakuan internasional.

Sudah lima tahun berjalan, komunitas perajin yang ber-home base di Surabaya ini menghasilkan karya seni dalam rajutan ekonomi kreatif. Mulai decoupage and painting, wire jewelery, sulam pita, hingga kreasi dari media pandan serta kayu.

Sabtu pagi (5/5) mereka berkumpul di Roemah Balle Coffee,  Jalan Barata Jaya, Surabaya. Di salah satu ruangan, puluhan Crafter — sebutan perajin seni dari anggota KICC — menggelar pertemuan untuk menghasilkan karya kerajinan lewat pelatihan lebih profesional.

• Baca: Rambah Bisnis, Kaum Muda Masih Terjangkiti Rasa Tak Pede

“Kami mendatangkan khusus para trainer dari Jakarta dan Palembang untuk update skill dari para anggota, agar berdampak pada pemasaran karya,” terang Ketua KICC, Kukuh Kristiati Mahardini dalam obrolan dengan Barometerjatim.com.

Para anggota komunitas belajar banyak hal dari para trainer, salah satunya teknik denim texture. Teknik dari decoupage ini menekankan tekstur dari potongan kain untuk penghias pada media. Selain itu mereka juga mendapatkan pelatihan untuk hiasan dari wire jewellery.

Merajut Profesional

TEMBUS PASAR AMERIKA: Sebagian besar para Crafter berasal dari Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Karya-karyanya diminati pasar Amerika. | Foto: Barometerjatim.com/ WIRA HARLIJADI
TEMBUS PASAR AMERIKA: Sebagian besar para Crafter berasal dari Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Karya-karyanya diminati pasar Amerika. | Foto: Barometerjatim.com/ WIRA HARLIJADI

Sebagian besar para Crafter berasal dari Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Meski selama ini nama anggota komunitas KICC belum tergaungkan, tapi soal karya justru lebih dahulu mendapat pengakuan dari pasar internasional.

“Paling jauh produk komunitas dijual di Amerika Serikat. Untuk itu kami ingin lebih profesional lagi,” terang Kukuh yang juga trainer untuk teknik sulam pita

• Baca: Surprise, HLB Diapresiasi Lewat Dua Hand Bouquet

Kukuh tak bisa menutupi rasa bangganya. Meski usia komunitas baru menginjak satu tahun, karya kerajinan para anggotanya sudah mendapat tempat. Mereka diharapkan bisa menjadi penggerak perekonomian, dengan mengembangkan industri kreatif dan lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat.

“Selain itu kerajinan kami setidaknya bisa menjadi identitas karya asli Indonesia,’’ ucap Kukuh.