Jika Khofifah Maju, Risti Tagor Siap Jadi Jurkam

ARTIS IKUT MENDUKUNG: Khofifah Indar Parawansa bersama Risti Tagor dalam acara di Jombang, Minggu (5/5). | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA MANGGALANA

JOMBANG, Barometerjatim.com – Belum memastikan maju di Pilgub Jatim 2018, namun dukungan untuk Khofifah Indar Parawansa mengalir deras. Tak hanya di grass-root maupun politisi, tapi juga di kalangan artis ibukota. Salah satunya Risti Tagor.

“Bu Khofifah itu orang yang luar biasa sekali dedikasinya terhadap Indonesia, contohnya seperti saat ini yang mengkampanyekan gerakan stop kekerasan pada anak. Ini memberikan manfaat bagi banyak masyarakat,” ujarnya di sela acara pemberian santunan dan berbagi kasih di rumah Advokat Achmad Rifai di Jombang, Minggu (5/3).

Bahkan, Risti menyatakan kesediaannya menjadi juru kampanye (jurkam) Khofifah jika Menteri Sosial RI yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu memutuskan maju di Pilgub Jatim 2018. “Insyaallah. Kalau bisa membahagiakan dan bermanfaat kenapa tidak,” tegasnya.

• Baca: Ketum PAN: Bu Khofifah Sahabat Baik Saya

Hal senada diungkapkan Achmad Rifai. Dari sekian nama kandidat yang muncul, mantan kuasa hukum KPK itu melihat Khofifah sebagai sosok yang komplet untuk memimpin Jatim pasca dua periode kepemimpinan Gubernur Soekarwo.

“Saya lihat Bu Khofifah termasuk orang yang kuat dalam hal ini. Dari kandidat yang ada, Bu Khofifah orang yang tepat dan punya kemampuan di situ (gubernur, red). Karakter yang kuat dan cerdas ini dibutuhkan untuk membangun Jatim,” ujarnya.

Terkait sentimen kedaerahan, menurut Rifai saat ini hal itu tidak berlaku lagi. Masyarakat, katanya, sudah pintar melihat dan menilai siapa calon pemimpinnya tanpa harus dikomando.

“Sekarang orang mau kampanye apapun, masyarakat sudah tahu mana yang bagus dan tidak. Masyarakat kita sudah jauh lebih pintar,” ujarnya.

Dia mencontohkan dirinya atau warga Jombang lain tidak harus memilih calon dari daerah yang sama jika memang calon tersebut tidak berkualitas. “Nggak haruslah! Kalau calonnya (dari Jombang, red) nggak bagus, kenapa harus dipilih,” tandasnya.