Jamu Madura United, Persebaya Tak Diperkuat Kapten Tim!

Djajang Nurdjaman (kanan) dan bek Syaifuddin jelang jamu Madura United. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal
Djajang Nurdjaman (kanan) dan bek Syaifuddin jelang jamu Madura United. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menjamu Madura United pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Rabu (3/4/2019) sore, bisa jadi menjadi laga berat bagi Persebaya.

Selain tamunya memiliki kekuatan pemain berkelas, Persebaya dipastikan kehilangan salah seorang pemain andalan yang juga kapten tim, Ruben Sanadi.

Mantan pemain Persipura itu masih mengalami cedera lutut saat kontra PS Tira Persikabo di babak delapan besar. “Ruben harus istirahat untuk penyembuhan cedera, mungkin 4-8 pekan,” kata Pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman di Surabaya, Selasa (2/4/2019).

“Tapi, saya sudah menyiapkan pemain pengganti yang juga sama bagusnya,” tambah pelatih berlisensi AFC PRO yang akrab disapa Janur tersebut.

Janur mengakui kalau tim lawan banyak dihuni pemain dengan kemampuan bagus. Dari pemain inti yang diturunkan hingga cadangan dinilainya tidak ada perbedaan, mereka memiliki kemampuan setara.

“Saya pikir 11 pemain yang diturunkan, juga pemain yang dicadangkan, kualitas mereka sama. Lihat saja masih ada Alfarh Faathir dan Dane Milovanovic duduk di bangku cadangan. Mereka memiliki keseimbangan bagus antara menyerang dan bertahan,” ungkap Djajang.

Akankah Djanur memberi perhatian khusus pada duet penyerang Madura United: Alberto ‘Beto’ Goncalves dan Alexander Rakic?

“Saya tidak akan memberi perhatian khusus kepada Beto dan Rakic. Tapi keduanya tetap menjadi perhatian kami, saya sudah imbau pemain belakang agar disiplin menjaga daerah,” ucap mantan pelatih Persib Bandung tersebut.

Waspadai Danger Time

Meski tak memberi perhatian khusus, Janur tetap mewaspadai lini depan Madura United karena barisan penyerang mereka kerap mencetak gol di awal laga.

“Saya sudah memberi pesan kepada semua pemain, terutama lini belakang. Pemain sudah paham, Madura sering membuat gol pada awal laga. Saya istilahkan danger time atau 15 menit awal laga,” katanya.

Pelatih asal Majalengka itu juga sudah memberikan materi latihan, bagaimana menjaga lini belakang. Mengawal dengan ketat lawan agar tidak leluasa mencetak gol. Sebaliknya, dia memberi instruksi untuk secepat mungkin mencetak gol seperti pada laga delapan besar lalu.

“Pemain sudah saya kasih pesan, jaga dengan ketat, jangan kasih ruang lawan cetak gol. Sebaliknya, pemain saya instruksikan menyerang dengan baik agar bikin gol lebih dulu,” jelasnya.

Persebaya, lolos ke semifinal setelah mengalahkan PS Tira Persikabo dengan skor 3-1. Sedangkan Madura United menundukkan Persela Lamongan dengan skor 2-1. •

» Baca Berita Terkait Persebaya, Piala Presiden