Jalur ‘Tengkorak’ Probolinggo, 20 Hari Renggut 16 Nyawa

TELAN 10 NYAWA: Kecelakaan maut di Jalan Pantura Probolinggo-Situbondo, Jumat (14/7) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB menelan 10 korban nyawa. | Foto: Ist

PROBOLIGGO, Barometerjatim.com – Sepuluh nyawa melayang dalam kecelakaan maut di Jalan Pantura Probolinggo-Situbondo, Jumat (14/7) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan bus penumpang Medali Mas Nopol N 7130 UA dan truk Hino pengangkut pupuk Nopol DR 8600 AB yang dikemudikan Munawir (40) asal Mataram (NTB).

Ke-10 orang penumpang bus yang dikemudikan Rifai A Kerto (48) warga Dusun Beji Ledok RT 09 RW 04, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan meninggal dunia.

• Baca: Enam Pemudik Tewas dalam Kecelakaan di Probolinggo

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menduga kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi atau human error.  “(Penyebabnya diduga) Human error. Perjalanan jauh dari Mataram, Lombok, ya, pasti kelelahan (pengemudinya),” katanya di Markas Polda Jatim, Surabaya, Jumat pagi.

Kecelakaan ini sekaligus mempertegas label ‘jalur tengkorak’ di jalur pantai utara Kabupaten Probolinggo tersebut. Apalagi ini adalah kecelakaan maut kedua dalam 20 hari terakhir yang merenggut total 16 nyawa.

• Baca: Mudik Lebaran, 87 Nyawa Melayang di Jalanan

Sebelumnya, Sabtu dini hari, 24 Juni 2017, kecelakaan melibatkan mobil Toyota Avanza dengan bus malam di Jalan Taman Sari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Enam penumpang Avanza tewas di lokasi kejadian. Seorang lagi mengalami luka kritis.

Kecelakaan di musim mudik lebaran itu terjadi setelah Avanza yang melaju dari arah barat ke timur mengambil lajur kanan hendak menyalip kendaraan di depannya. Belum sempurna menyalip, dari arah berlawanan melaju kencang sebuah bus malam. Tabrakan pun tak terhindarkan.