Jadi Kekasih Allah, Kekasih Setan atau Kekasih Penguasa?

Gus Qoyyum memberi ceramah peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Ampel. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Gus Qoyyum memberi ceramah peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Ampel. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ulama kharismatik asal Lasem, Rembang, Jawa Tengah, KH Abdul Qoyyum Mansur mengingatkan umat Islam, lebih-lebih penguasa, agar memiliki spirit dan jiwa Al Qur’an.

“Dengan spiritual Al Qur’an, maka akan menjadi orang yang punya arah lebih baik, meskipun dia punya otoritas, punya wewenang,” katanya saat memberi ceramah peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya, Selasa (21/5/2019) malam.

Terlebih di zaman gersang spiritual seperti sekarang, tandas kiai yang akrab disapa Gus Qoyyum itu, maka spiritual harus ditingkatkan, baik dalam kehidupan pribadinya, bermasyarakat, berorganisasi maupun bernegara.

“Wali saja dibagi menjadi macam-macam. Ada waliyurrahman, kekasih Allah. Ada waliyusyaithon, kekasih setan. Ada lagi yang ketiga, waliyusulton, kekasih penguasa, tapi bukan kekasih Allah,” paparnya.

“Kalau kita dikasihi penguasa, belum tentu dikasihi Allah. Kalau dikasihi Allah, belum tentu dikasihi penguasa. Jadi yang penting adalah diridhai Allah,” paparnya.

Acara yang berlangsung hingga Rabu (22/5/2019) dinihari tersebut, selain dijubeli umat Islam dari berbagai daerah, juga dihadiri Guru Tarekat Tijani Malang, KH Abdullah Muchith; Pengasuh Pesantren Ilmu Al Qur’an (PIQ) KH Basori Alwi; serta sejumlah habib.

Sementara dalam konteks kebangsaan, Gus Qoyyum yang pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Lasem itu menandaskan, hal yang harus diperbaiki saat ini yakni keimanan dan ketakwaan (Imtak).

“Kalau Iptek (Ilmu Pengetahun dan Teknologi)- nya kan sudah diprogram setiap hari, tapi Imtak-nya, iman dan takwa manusianya, mari dikelola dengan baik agar tidak gersang secara spritual,” tandasnya.•

» Baca Berita Terkait Sunan Ampel