Hasan Aminuddin: Parpol di Indonesia Tak Hanya PKB

BINCANG SANTAI: (Dari kiri) Stafsus Mensos Prof Dr M Mas’ud Said, Hasan Aminuddin, Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Tantri Aminuddin berbincang santai di Ruang Utama Pendopo Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/5) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – Politikus Partai Nasdem, Hasan Aminuddin menanggapi dingin ‘manuver’ Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hampir pasti mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Baginya, Parpol tak hanya PKB tapi masih ada sembilan Parpol lain yang belum menentukan sikap akan mengusung siapa di Pilgub Jatim 2018.

“Masih ada ada sembilan Parpol yang belum men-declare siapa bakal calon gubernur Jatim yang akan diusung, termasuk Parpol yang saya khidmati, Partai Nasdem,” katanya di sela menerima kunjungan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/5) malam.

• Baca: PKB Usung Gus Ipul, Khofifah Hormati Proses Demokrasi

Menurut Hasan, sembilan Parpol lainnya siap mengusung Khofifah kalau perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut dinilai menguat di seluruh elemen masyarakat Jatim, khususnya perempuan karena hakikat pemilih adalah mayoritas perempuan.

“Penguatan suara itu penting bagi Parpol yang belum memutuskan akan mendukung siapa. Manakala kekuatan Bu Khofifah di elemen masyarakat dianggap kuat oleh kesembilan Parpol, insyaallah Bu Khofifah tidak akan menolak amanat siapapun, asalkan diizinkan oleh Presiden Jokowi,” papar mantan bupati Probolinggo dua periode itu.

Apakah Nasdem juga berencana menggandengkan Hasan untuk mendampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2018? “Soal menggandeng atau tidak,  saya akan taat dan patuh pada keputusan Partai Nasdem,” tegasnya.

• Baca: Khofifah-Hasan-Hary Tanoe Bertemu di Probolinggo

Terkait kehadiran Khofifah di Pendopo Kabupaten, Hasan menilai hal itu wajar karena selaku Mensos RI ‘transit’ sebelum menghadiri Harlah ke-21 Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jailani di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Ponpes ini diasuh kakak kandung Hasan, KH Abdul Hafidz Aminuddin.

“Bu Khofifah ke pendopo untuk shalat jamak takhir, mahrib dan isyak. Karena Ibu Bupati (Tantri Aminuddin) juga penasihat PC Muslimat NU. Jadi sebuah kewajaran Bu KHofifah hadir ke rumah dinas bupati dan bupati menghormatinya,” katanya.

Apalagi, menurut Hasan, Khofifah mengemban amanat sebagai menteri. “Bu Khofifah ini kader NU yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara,” tandasnya.