Haji Masnuh, Calon Alternatif di Antara Dua Kutub PKB

CALON ALTERNATIF PKB: Haji Masnuh (kanan) bersama Gus Sholah di acara Muslimat NU. | Foto: ROY HS
CALON ALTERNATIF PKB: Kandidat Bupati Sidoarjo, Haji Masnuh (kanan) bersama Gus Sholah di acara Muslimat NU. | Foto: ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kandidat Bupati Sidoarjo, Haji Masnuh bisa muncul sebagai calon alternatif di tengah polarisasi dukungan di antara dua kutub utama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal itu diungkapkan peneliti senior lembaga survei Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam di Surabaya, Kamis (5/9/2019).

Dua kutub PKB di Sidoarjo yang dimaksud Surokim, yakni kekuatan Ketua DPC PKB yang juga bupati saat ini, Saiful Ilah dan KH Agoes Ali Masyhuri alias Gus Ali, pengasuh Ponpes Progresif Bumi Sholawat.

“Kekuatan tradisional NU (Nahdlatul Ulama) dan PKB di Sidoarjo masih menjadi kekuatan utama. Haji Masnuh bisa menjadi kekuatan alternatif, jika bisa menunjukkan portofolio publik yang lebih masif kepada warga sidoarjo,” kata Surokim.

Nah, kekuatan kultural yang dimiliki Haji Masnuh saat melayani Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) serta kontribusinya yang besar pada kemenangan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub 2018, bisa menjadi pematik dukungan potensial di kalangan warga NU dan PKB.

“Apalagi masyarakat Sidoarjo juga butuh perubahan. Jika Haji Masnuh bisa memperlihatkan progresifitas dan visi Sidoarjo, saya pikir akan menjadi peluang,” papar Dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu.

Lagi pula, lanjut Surokim, calon berlatar belakang pebisnis yang punya visi publik dibutuhkan agar bisa mengimbangi dan akseleratif dengan pembangunan di Sidoarjo.

Bagaimana dengan rekomendasi Parpol? “Tergantung dari DPP PKB dan harus berebut dengan poros Saiful illah selaku incumbent. Menurut saya persaingan masih terbuka kendati peluang dianggap lebih kecil,” terangnya.

Di tengah ketatnya persaingan memperoleh rekomendasi dari PKB, Haji Masnuh perlu memiliki peta jalan alternatif untuk mendapatkan rekomendasi dari partai lain.

“Khususnya dari partai tengah yang juga punya ceruk di Sidoarjo seperti Partai Gerindra, Golkar dan sebagainya,” ujar Surokim.

Hingga kini, kader PKB yang muncul di bursa Pilbup Sidaorjo 2020 cukup banyak. Mereka di antaranya Anik Maslachah (anggota DPRD Jatim), Syaikhul Islam dan Ahmad Muhdhor (keduanya putra pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, KH Agoes Ali Masyhuri alias Gus Ali).

Lalu Achmad Amir Aslichin alias Iin (anggota DPRD Jatim, putra Bupati Sidoarjo Saiful Ilah), serta Nur Ahmad Syaifuddin (wakil bupati).

» Baca Berita Terkait Haji Masnuh, Pilbup Sidoarjo