Hadiri Festival Sampah, Masnuh Diteriaki: Calon Bupati Datang!

SAMBUTAN HANGAT: Haji Masnuh (baju putih) bersalaman dengan Wabup Nur Ahmad Syaifuddin di acara Festival Sampah. | Foto: IST
SAMBUTAN HANGAT: Haji Masnuh (baju putih) bersalaman dengan Wabup Nur Ahmad Syaifuddin di acara Festival Sampah. | Foto: IST

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Haji Masnuh menjadi sorotan saat menghadiri acara Festival Sampah yang dibuka Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Janti Berseri, Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Rabu (14/8/2019).

Sejumlah warga yang hadir, terdengar meneriaki mantan bendahara umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dengan panggilan “calon bupati”.

Begitu pula dengan Camat Waru, Fredik Suharto, “Waduh calon bupati datang,” selorohnya, menyambut kedatangan pengusaha yang juga mantan ketua tim pemenangan Khofifah-Emil Dardak wilayah Sidoarjo di Pilgub Jatim 2018 itu.

Seperti diberitakan, belakangan ini Haji Masnuh didorong banyak pihak — termasuk DPD Barisan Relawan Joko Widodo Presiden (Bara JP) Jatim — untuk nyalon bupati Sidoarjo pasca Saiful Ilah.

Spontan saja teriakan tersebut membuat Masnuh kaget. “Saya datang langsung ‘diseret’, padahal saya pakai sepeda motor. Saya diberi karpet merah, saya kaget!” katanya sambil tersenyum seusai acara.

Saat Masnuh datang, sudah banyak tokoh yang hadir. Selain Cak Nur, tampak pula putra Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Ahmad Muhdhor alias Gus Muhdhor. Keduanya juga disebut-sebut bakal maju di Pilkada Sidoarjo 2020.

Selain itu, hadir pula Ketua PDP Partai Golkar Sidoarjo, Warih Andono serta seniman yang sesepuh Pusura (Putra Surabaya/organisasi sosial budaya), Sabrot D Malioboro.

“Di situ sudah ada orang-orang duduk kan, saya datang terlambat. Lha kok dadi guyonan (disebut calon bupati),” tambah Masnuh.

Tanggung Jawab Bersama

Ditanya terkait Festival Sampah, Masnuh sangat mengapresiasi. Menurutnya, persoalan sampah bukan masalah dan tanggung jawab pemerintah semata, tapi seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi masyarakat tidak boleh hanya mengharapkan pemerintah, tapi mari berperan aktif, andil, peduli terhadap kebersihan sampah,” katanya.

Tanpa kepedulian masyarakat, lanjut Masnuh, sampah akan menjadi masalah yang tidak pernah bisa diselesaikan secara tuntas.

“Apalagi peduli terhadap masalah sampah, termasuk kebersihan-kebersihan, itu adalah salah satu dari tanda orang beriman,” tandasnya.

Terkait pemusnahan sampah, kata Masnuh, butuh teknologi agar tidak menciptakan masalah baru, misalnya polusi udara. “Kalau dengan cara lama, dibakar, ya otomatis polusi udaranya makin tinggi,” katanya.

Dia mencontohkan di Desa Ngingas, tempat Masnuh tinggal, saat ini sedang dibuat teknologi sederhana untuk pemusnahan sampah tanpa merusak lingkungan. “Ïnsyaallah dalam bulan depan ini sudah dimulai untuk trial (uji coba),” katanya.

Sementara Cak Nur menuturkan, Festival Sampah menjadi kegiatan baru di kalangan masyarakat Sidoarjo yang seiring dan seirama dengan program yang dicanangkan Pemkab Sidoarjo.

“Kami menganggap kalau masyarakat ada kepedulian untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah, itu akan meringankan beban kerja Pemkab,” katanya.

Cak Nur berharap seluruh masyarakat serius menangani masalah sampah, termasuk memilahnya sejak dari rumah. “Agar pengelolaannya bisa meringankan beban pemerintah dalam mengurangi residu sampah,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Masnuh, Pilbup Sidoarjo