Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Guru di SMPN 49 Hajar Siswa, Ketua PCNU Surabaya: Kotori Citra Pendidikan!

Berita Terkait

HAJAR SISWA: Tangkapan layar video guru olah raga di SMPN 49 Surabaya hajar siswa. | Foto: Video/IST
HAJAR SISWA: Tangkapan layar video guru olah raga di SMPN 49 Surabaya hajar siswa. | Foto: Video/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, KH Muhibbin Zuhri turut menyesalkan terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru di SMP 49 Surabaya.

“Kasus ini mencoreng citra pendidikan di Kota Pahlawan ini. Selain itu, peristiwa ini juga dapat menimbulkan keresahan atau kecemasan para orang tua siswa terhadap anak-anaknya di sekolah,” kata Muhibbin, Sabtu (30/1/2022).

“Sebab, pelaku kekerasan ini justru adalah orang yang seharusnya mendidik dan melindungi anak-anak kita dengan penuh kasih sayang,” tandasnya.

Muhibbin pun meminta kepada semua pemangku kepentingan pendidikan di Surabaya, khususnya Dinas Pendidikan (Dindik), untuk memperhatikan kompetensi para guru.

“Jangan hanya mementingkan aspek profesional-paedagogik. Pembinaan kompetensi personal dan sosial mereka juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Bagi Muhibbin, siswa adalah aset pendidikan yang paling berharga dan pendidikan merupakan investasi kemanusiaan yang menentukan maju tidaknya bangsa.

“Maka jangan ada lagi kekerasan terhadap siswa, baik kekerasan fisik maupun psikis. Pendidikan harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab profesional yang tinggi,” katanya.

Sebaliknya, dia mendukung mayoritas guru Surabaya yang sudah berusaha keras dan sungguh-sungguh membantu orang tua dan pemerintah mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

“Kasus ini tentu bisa mengotori citra guru dan pendidikan di Surabaya yang sudah dibangun selama ini,” katanya.

Karena itu, kasus tindakan kekerasan kepada siswa itu harus disikapi yang benar. Selain tindakan hukum sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku, juga harus diterapkan hukuman etik kepada pelakunya.

“Mudah-mudahan ke depan tidak akan ada lagi kejadian seperti ini,” harap Muhibbin.

Sebelumnya, viral video di media sosial yang memperlihatkan guru SMP 49 Surabaya berinisial “J” menghajar siswa di depan kelas karena tak bisa mengerjakan tugas.

Dalam video, tampak seorang siswa berada di depan kelas, kemudian ditampar dan kepalanya dibenturkan ke papan tulis oleh guru olah raga tersebut.

Melihat anaknya dihajar sedemikian rupa, orang tua siswa, Siti Nurlaila, tak terima. Terlebih sejak kejadian anaknya enggan masuk sekolah karena trauma.

“Saya melaporkan kasus itu ke Polrestabes Surabaya, saat ini anak saya masih menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya,” kata Siti.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -