Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Sekolah Tatap Muka 100 Persen, Guru Akan Bergantian Jadi Satgas Covid-19

Berita Terkait

SIAP 100 PERSEN: Surabaya siap sekolah tatap muka 100 persen mulai 10 Januari 2022. | Foto: Barometerjatim/DOK
SIAP 100 PERSEN: Surabaya siap sekolah tatap muka 100 persen mulai 10 Januari 2022. | Foto: Barometerjatim/DOK
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mulai Senin (10/1/2022), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen bagi PAUD, TK, SD dan SMP. Bagaimana kesiapan para guru?

Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Surabaya, Achmad Suharto memastikan para guru sudah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut PTM 100 persen. Bahkan, para guru juga akan bergantian atau piket menjadi Satgas Covid-19 di sekolah masing-masing.

“Jadi, gantian Satgasnya, bukan dari siswanya, tapi dari guru dan karyawan sekolah. Ini penting untuk bersama-sama menjaga supaya anak-anak tidak berkerumun di sekolah,” kata Surhato dalam keterangannya, Jumat (7/1/2021).

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Yusuf Masruh menjelaskan PTM di minggu pertama ini dibagi dalam dua shift, masing-masing 50 persen menyesuaikan kondisi sekolah. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan perintah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

“Lalu kita akan evaluasi terkait dengan prokes dan kesiapan anaknya. Kalau satu minggu pertama bagus, maka minggu berikutnya tidak ada shift lagi, langsung masuk 100 persen pagi semuanya,” terang Yusuf.

Yusuf menambahkan, ketika peserta didik datang ke sekolah, maka dia akan dicek suhu tubuhnya dengan thermogan, harus memakai masker dan cuci tangan. Dia juga berharap pihak sekolah menyediakan ruang transit untuk mengatur siswa yang akan masuk dan keluar kelas.

Dalam melakukan PTM ini, Yusuf memastikan akan bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Satgas sekolah, Satgas Kampung Tangguh yang ada di sekitar sekolah, serta Satgas yang ada di kelurahan dan kecamatan.

“Dengan prokes yang ketat dan bantuan para satgas ini, kita berharap para orang tua bisa mempercayakan anak-anaknya untuk sekolah mengikuti PTM,” kata Yusuf.

“Jadi kami tetap meminta persetujuan orangnya. Kalau pun masih ada siswa yang belum bisa mengikuti PTM, maka kami akan siapkan pembelajaran secara hybrid,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya, Erwin Darmogo memastikan pihak sekolah menyambut baik PTM 100 persen ini.

“Kita sudah siap semuanya, baik sarana dan prasarananya, termasuk pula penataan bangku supaya bisa jaga jarak. Kami siap melakukan PTM 100 persen ini,” ucapnya.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -