Gerindra: Soepriyatno Lebih Layak Dampingi Khofifah

KANDIDAT: Khofifah Indar Parawansa dan Soepriyatno, ada upaya menyandingkan keduanya di Pilgub Jatim 2018.

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pembicaraan Pilgub Jatim 2018 bukan lagi terkanal pada siap kandidat yang akan maju, tapi siapa yang bakal mendampingi Khofifah Indar Parawansa untuk melanjutkan dua periode kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Maklum, dari sejumlah kandidat yang muncul, Khofifah dinilai — di antaranya The Initiative Institute — memiliki political capital (modal politik) terbesar. Mulai dari sosok penting yang mendukung kemenangan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014, ketokohannya mengakar di basis santri dan grass-root hingga memiliki massa riil: Muslimat NU.

Lebih dari itu, Khofifah yang di dua Pilgub Jatim sebelumnya (2008 dan 2013) kurang menguasai wilayah ‘Abangan’, belakangan hubungannya dengan tokoh-tokoh yang memiliki akar di wilayah tersebut, termasuk Gubernur Soekarwo, kian mencair.

Situasi ini membuat sejumlah Parpol mulai berlomba mendekat ke Khofifah untuk ‘menawarkan’ jagoannya menempati posisi calon wakil gubernur, baik yang masih sebatas memberi sinyal maupun yang lebih terbuka.

“Disamping karena ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno berhasil membawa Partai Gerindra finish di urutan ketiga dalam Pileg 2014 lalu. Soepriyatno lebih layak mendampingi Khofifah.”

Partai Amanat Nasional (PAN), misalnya, sudah memberi sinyal di antaranya lewat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Kuswiyanto. Selain menilai Khofifah layak diberi amanat untuk menjadi gubernur,  Kuswiyanto juga menyiratkan kader PAN, Suyoto (bupati Bojonegoro) cocok untuk mendampingi Khofifah.

Namun bagi Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, dari sekian kandidat pendamping Khofifah hanya Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno yang disebut lebih layak mendampingi Khofifah.

“Disamping karena ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno berhasil membawa Partai Gerindra finish di urutan ketiga dalam Pileg 2014 lalu. Soepriyatno lebih layak mendampingi Khofifah,” kata Sadad, Kamis (9/3).

SONGSONG DUET KHOFIFAH-SOEPRIYATNO: Anwar Sadad, sebut Soepriyatno lebih layak mendampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

Dengan demikian, tutur politikus senior yang pernah menjadi kader PKB dan PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) itu, Soepriyatno yang juga menjabat wakil ketua Komisi XI DPR RI terbukti berhasil mengkonsolidasi kekuatan Gerindra di Jatim.

Terlebih lagi, tambah Sadad, para kader Gerindra di tingkat bawah sedang ‘on fire’ dengan perkembangan yang semakin membaik di Pilgub DKI Jakarta 2017.

• Baca: Kang Yoto Tak Menutup Diri untuk Dampingi Khofifah

Apakah ini artinya Gerindra sudah deal dengan Khofifah? “Bukan deal, tapi komunikasi (Gerindra) dengan pihak Khofifah lebih intensif dan lebih maju dibandingan dengan calon lainnya,” tandasnya.

Saat dipertegas apakah intensitas komunikasi tersebut untuk menduetnya Khofifah dengan Soepriyatno, Sadad membenarkan, “Arahnya ke sana,” tandasnya.

Sementara terkait koalisi, Sadad menyatakan hingga kini Gerindra terus menjalin komunikasi dengan Parpol lain. “Dengan Demokrat pembicaraan sering dilakukan di level ketua partai, sedangkan dengan Golkar lebih bersifat informal,” jelasnya.

KOMPOSISI KURSI PARPOL

  1. PKB – 20
  2. PDIP – 19
  3. Gerindra – 13
  4. Demokrat – 13
  5. Golkar – 11
  6. PAN – 7
  7. PKS – 6
  8. PPP – 5
  9. Nasdem – 4
  10. Hanura – 2