Fauzan: PKB Dapat Kursi Menteri Agama Bukan karena Mengail!

PKB TETAP KRITIS: Fauzan Fu'adi, PKB dapat kursi Menteri Agama bukan karena mengail. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PKB TETAP KRITIS: Fauzan Fu’adi, PKB dapat kursi Menteri Agama bukan karena mengail. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim, Fauzan Fu’adi menegaskan partainya mendapat kursi Menteri Agama (Menag) lewat Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, bukan karena buah dari sikap kritis PKB selama ini kepada Menag sebelumnya, Fachrul Razi.

“Jangan dikait-kaitkan sikap kritisnya PKB terhadap Menag sebelumnya adalah dalam rangka mengail ikan, bukan!” tandas Fauzan kepada Barometerjatim.com, Kamis (24/12/2020).

Selama ini,  tokoh dan kader utama PKB memang gencar mengkritik Fachrul. Termasuk Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKB, Maman Immanulhaq yang mengkritisi Fachrul tidak bersuara terkait Habib Rizieq Shihab  dan pendukungnya yang menyebabkan berbagai kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Gus Yaqut sendiri pernah mengeritik keras Fachrul ketika mengaitkan cadar dan terorisme. Fachrul dimintanya mengurus yang subtansial saja, karena soal radikalisasi, terorisme, dan seterusnya bukan soal penampakan tapi ideologi.

Tapi semua kritik itu, sekali lagi, menurut Fauzan bukan bagian dari mengail agar mendapatkan kursi Menag. Dia mencontohkan Wapres saat ini yang kiai besar panutan warga NU, KH Ma’ruf Amin tapi PKB tetap kritis terhadap pemerintah.

“Sama saja, dan kritisnya PKB bukan mengail. Jadi kita tetap kritis,” kata Fauzan yang juga ketua Fraksi PKB DPRD Jatim.

Bahkan, lanjut Fauzan, meski Gus Yaqut representasi PKB dan NU di kabinet Jokowi, kalau kinerjanya tidak banar juga akan dikritisi. “Kritik ini kan untuk perbaikan, membangun. Kader NU kok alergi dengan kritik, enggak boleh,” katanya.

Lagi pula, selain Gus Yakut layak menjabat Menag, soal kesejarahan — mau dekat dengan PKB atau PPP — selama ini posisi Menag memang lebih banyak diisi tokoh-tokoh NU.

“Nah kemarin itu ada semacam eksperimen, presiden kok menunjuk jenderal bintang empat. Itu kan mungkin mau meneruskan Pak Harto dulu — saat mengangkat Letnan Jenderal (Pur) Alamsyah Ratu Perwiranegara dan Laksamana Muda Tarmizi Taher,” katanya.

» Baca Berita Terkait PKB