Emil Dardak: Kita Nyuruh Orang Divaksin, Masa Kita Enggak?

SIAP DIVAKSIN: Emil Dardak di sela mengikuti launching BST secara virtual di Kantor Gubernur Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SIAP DIVAKSIN: Emil Dardak di sela mengikuti launching BST secara virtual di Kantor Gubernur Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak menegaskan dirinya siap divaksin Corona (Covid-19). Termasuk setelah Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang menegaskan siap menjadi orang pertama di Jatim yang divaksin.

“He.. he.. ya kita nyuruh orang divaksin, masa kita enggak divaksin? Jadi ya sudah logis sekali lah itu,” katanya usai mengikuti Launching Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Istana Negara secara virtual di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Senin (4/1/2021).

Apakah tidak takut dengan informasi yang beredar kalau setelah divaksin, misalnya bisa mengakibatkan stroke?

Emil mengaku sudah membaca sejumlah artikel yang memuat hal tersebut. Tapi dia mengajak untuk membacanya lebih dalam lagi, karena kejadian itu terjadi di negara lain dan dengan merek vaksin yang berbeda-beda.

“Bukan hanya vaksin yang masuk Indonesia angkatan pertama ini, dan ternyata setelah ditelusuri bahwa itu memang bawaan yang tidak ada kausalitas dengan proses vaksin,” katanya.

“Ini bukan statemen saya, silakan buka sendiri artikelnya. Itulah kutipan. Jadi jangan membaca judulnya saja,” tandas suami Arumi Bachsin tersebut.

“He.. he.. ya kita nyuruh orang divaksin, masa kita enggak divaksin? Jadi ya sudah logis sekali lah itu.”

Di judul artikel, lanjut Emil, hanya disebut setelah ini terjadi ini. Tapi jika dibaca lebih dalam, ternyata memang sudah punya riwayat dan tidak bisa dibuktikan memicu terjadinya peristiwa tersebut.

“Jadi saya mengajak, silakan saja baca, tapi percayalah kepada para pakar. Pemerintah pun tidak bisa mem-bypass itu. Mereka akan melibatkan dan sudah melibatkan pakar-pakar kesehatan dan imunisasi,” ucapnya.

Apalagi di era media sosial seperti sekarang ini, banyak sekali informasi berseliweran, dan kadang-kadang ini yang menjadi bahaya.

Soal mempercayai vaksin ini, Emil mencontohkan sama halnya ketika berobat ke rumah sakit dan mempercayakan ke dokter. “Kita menyerahkan lah untuk percaya sama dokter. Mau second opinion, tetap datangnya juga ke dokter,” jelasnya.

Selain itu, lewat press conference yang digelar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, lanjut Emil, rupanya sudah ada forum-forum asosiasi profesional yang mewadahi dokter dan pakar terkait imunisasi.

“Jadi ini dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Termasuk ada kejadian pasca imunisasi yang juga akan dipantau. Mari masyarakat kita dengarkan pendapat yang muncul dari asosiasi yang resmi dan ahli,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Emil Dardak