DPRD Jatim: Program 2,5 Juta Petani Milenial Sangat Tepat!

PETANI MILENIAL: Anwar Sadad, dukung pemerintah ciptakan 2,5 juta petani milenial. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PETANI MILENIAL: Anwar Sadad, dukung pemerintah ciptakan 2,5 juta petani milenial. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad mendukung kebijakan pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) yang menarget tercipta 2,5 juta petani milenial di Indonesia dalam waktu lima tahun ke depan.

“Saya menyambut baik dan siap memberikan dorongan, agar rencana pemerintah mencetak 2,5 juta petani milenial bisa terwujud,” kata Sadad dalam webinar yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Senin (13/7/2020).

“Pertanian di masa mendatang harus menjadi prioritas dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan,” sambung politikus yang juga sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

Sadad hadir dalam seminar online yang diikuti lebih dari 200 mahasiswa dan civitas akademika UPN Veteran tersebut sebagai pemantik bersama dengan Shofyan Adicahyono, founder Sayur Organik Merbabu yang juga Duta Petani Milenial Kementan RI.

Dalam webinar, banyak pertanyaan dari mahasiswa yang mewakili generasi milenial tentang kebijakan pemerintah terkait makin sempitnya lahan pertanian, serta masih maraknya permainan harga komiditas pertanian oleh tengkulak.

Beragam pertanyaan kritis tersebut, menurut Sadad, pada dasarnya sudah mulai muncul kesadaran pentingnya sektor pertanian di kalangan generasi milenial.

Karena itu menjadi tugas pemerintah memfasilitasi, serta memberikan ruang bagi generasi milenial untuk memanfaatkan kelebihan mereka di bidang teknologi.

“Khususnya teknologi informasi, untuk terjun secara langsung ke sektor pertanian,” ucap Sadad yang masih keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuran.

Sebab, tandas Sadad, generasi milenial yang lebih aware terhadap perkembangan teknologi punya potensi untuk menjadi penggerak utama pertanian, karena mereka lebih memiliki akses pada pendekatan scientific di dunia pertanian.

“Kebijakan pemerintah ini saya nilai sangat tepat, karena menurut data statistik rumah tangga petani makin menurun secara kuantitas, sedangkan kebutuhan pangan makin lama makin meningkat,” paparnya.

Sadad juga punya harapan besar terhadap Pemprov Jatim menyeriusi tantangan ini. Terlebih, ketahanan pangan telah manjadi isu global yang harus dijawab dengan meningkatkan kualitas pengembangan teknologi pertanian.

Dinilai Kurang Bergengsi

WEBINAR: Anwar Sadad mengisi webinar Fakultas Pertanian UPN Veteran Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
WEBINAR: Anwar Sadad mengisi webinar Fakultas Pertanian UPN Veteran Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sebelumnya, Kementan melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menargetkan penumbuhan pengusaha pertanian milenial dalam kurun lima tahun ke depan sebanyak 2,5 juta orang.

“Target Kementan dalam lima tahun ada 2,5 juta petani milenial, setiap tahunnya 500 ribu orang,” terang Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, 13 April lalu.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun lalu jumlah petani dari kalangan anak muda di Indonesia hanya sembilan persen dari total keseluruhan petani. Penyebabnya, profesi petani dianggap kurang bergengsi di mata generasi milenial.

Kementan tak tinggal diam melihat fenomena ini. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mencetak lebih banyak petani milenial, dengan mengukuhkan 67 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dedi optimistis langkah ini akan semakin meningkatkan tren petani milenial di Indonesia, karena akan membuat profesi petani memiliki prospek menjanjikan dengan kemasan yang mampu menarik minat anak muda.

» Baca Berita Terkait DPRD Jatim