Jatim Zona Merah! Ratusan Ribu Siswa Baru MPLS via Daring

MPLS DARING: Khofifah, membuka MPLS tahun ajaran 2020/2021 secara daring dari Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MPLS DARING: Khofifah, membuka MPLS tahun ajaran baru secara daring dari Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai, Senin (13/7/2020). Di Jatim, 400 ribu lebih peserta didik baru jenjang SMA/SMK negeri dan swasta, secara serentak mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Lantaran masih dalam suasana pandemi Corona (Covid-19), MPLS di 423 SMA negeri dan 1.119 SMA swasta, serta 297 SMK negeri dan 1.821 SMK swasta yang dibuka Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dilaksanakan secara daring atau online lewat video conference dari Gedung Negara Grahadi.

Khofifah menuturkan, pelaksanaan MPLS secara daring berdasarkan kebijakan pusat, bahwa sekolah belum bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka bila wilayah tersebut masih zona merah.

“MPLS tetap berjalan seperti sediakala, namun dengan cara yang berbeda karena kita harus tetap waspada dengan menggunakan protokol kesehatan,” katanya.

Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per Minggu (12/7/2020), jumlah positif Corona di Jatim terus melonjak menembus 16.758 kasus. Rinciannya: Dalam konfirmasi 409 (2,44%), sembuh 6.606 (39,42%), dirawat 8.522 (50,85%), dan meninggal 1.240 (7,40%).

Meski harus dilaksanakan secara daring, lanjut Khofifah, para siswa dan seluruh insan pendidikan tetap menjaga optimisme dan semangat selama proses pendidikan.

Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat berdoa, agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan para siswa dapat mengikuti kembali belajar di sekolah.

“Saya harap para siswa tetap bisa memulai tahun ajaran baru ini dengan semangat dan gembira, meski dalam situasi yang masih darurat kesehatan,” tandasnya.

Justru dalam suasana pandemi, menurut Khofifah, anak-anak Jatim diharapkan bisa menunjukkan prestasi terbaiknya dan semangat yang tetap prima.

“Begitu pula para kepala sekolah, para guru akan menunjukkan kinerja terbaiknya membangun generasi emas Jatim yang lebih kreatif dan inovatif, disertai dengan akhlak yang mulia,” ucapnya.

Metode Jarak Jauh

SEMANGAT JATIM: Khofifah, berharap siswa tetap semangat di tengah pandemi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
SEMANGAT JATIM: Khofifah, berharap siswa tetap semangat di tengah pandemi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri), kegiatan pembelajaran wajib dilaksanakan dengan metode jarak jauh baik online maupun offline.

“Khususnya bagi daerah yang berdasarkan kondisi penyebaran Covid-19 belum masuk kategori zona hijau,” katanya.

Memang, lanjut Wahid, perlu penyesuaian-penyesuaian yang lebih kreatif dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.

“Sehingga meski tidak bertatap muka langsung, tujuan MPLS, khususnya yang terkait dengan pengenalan berbagai aspek pembelajaran di sekolahnya tetap tercapai dengan baik,” katanya.

MPLS bagi siswa baru, kata Wahid, akan dilaksanakan dalam jangka waktu selama tiga hari. Sekolah dapat menambah dua hari untuk persiapan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19, sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah masing-masing yang dilaksanakan pada minggu pertama awal tahun pelajaran 2020/2021.

Wahid menambahkan, dalam masa MPLS tahun ini, sekolah dapat menambah satu sesi kunjungan ke sekolah yang dilaksanakan secara bergantian. Namun kunjungan tersebut mensyaratkan disertai dengan penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Karena itu, Pemprov Jatim telah memerintahkan seluruh kepala cabang Dindik wilayah se-Jatim untuk memastikan seluruh satuan pendidikan di wilayah kerjanya masing-masing telah menyiapkan sarana dan prasarana serta SOP protokol kesehatan Covid-19.

» Baca Berita Terkait Pendidikan