Ditanya soal Jodoh, Eh.. JCH Termuda Ini Senyum Tersipu

JAMAAH CALON HAJI TERMUDA: Ana Farah Diba (kanan), JCH termuda di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
JAMAAH CALON HAJI TERMUDA: Ana Farah Diba (kanan), JCH termuda di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Panggil dia Farah. Gadis 18 tahun bernama lengkap Ana Farah Diba binti Musthofa Zen, warga Rungkut, Surabaya, ini tercatat sebagai Jamaah Calon Haji (JCH) termudah di embarkasi Surabaya.

Farah berangkat ke Tanah Suci Makkah bersama keluarganya dan bergabung di kelompok terbang (kloter) 61 Surabaya. “Alhamdulillah, senang banget bisa berangkat haji di usia termuda,” katanya semringah saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo, Senin (6/8).

Lantaran berangkat haji, dara berkulit kuning langsat yang baru mendaftar kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang itu terpaksa tidak ikut Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus). “Ya, tidak ikut Ospek,” ucapnya.

• Foto: Kisah Janda Sebatang Kara Naik Haji dengan Uang Jamuran

Ditanya soal harapannya di Tanah Suci, bungsu dari pasangan Musthofa Zen dan Khoirun Nisa itu menegaskan hanya ingin menjadi haji yang mabrur.

Namun saat ditanya, apakah tidak ingin berdoa minta jodoh bisa menikah dengan pemuda yang saleh, Farah hanya senyum tersipu.

Sementara ibu Farah, Khoirun Nisa menceritakan, sebenarnya pada 2010 dia dan suaminya tidak mendaftarkan Farah ikut haji. Saat itu Farah baru kelas V SD dan masih 10 tahun. Sehingga, hanya mendaftar untuk tiga orang saja: Dirinya, suami dan kakak Farah nomor tiga, Thoriq Faidah.

• Foto: Buah Niat Suci, Pemulung asal Probolinggo Bisa Naik Haji

“Lalu saya tanya Kemenag, boleh tidak anak terakhir saya didaftarkan juga. Ternyata boleh. Karena daftar tunggu hajinya masih delapan tahun lagi. Ya sudah saya daftarkan sekalian,” kenangnya.

Akhirnya, keluarga ini bisa berangkat ke Tanah Suci berempat di 2018 ini. “Saya, suami saya, anak nomor tiga dan Farah anak terakhir saya. Kalau dua kakaknya sudah (berhaji),” tandas Nisa.