Buah Niat Suci, Pemulung asal Probolinggo Bisa Naik Haji

PEMULUNG NAIK HAJI: Miskat, pemulung asal Probolinggo yang naik haji tahun ini. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
PEMULUNG NAIK HAJI: Miskat, pemulung asal Probolinggo yang naik haji tahun ini. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Namanya Miskat. Usianya 70 tahun, sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Tekad kuatnya sejak muda untuk pergi ke Tanah Suci Makkah akhirnya terwujud tahun ini.

Calon Haji (Calhaj) asal Probolinggo ini diberangkatkan ke Arab Saudi dari Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Kamis (26/7) sore.

Bagi Miskat yang seorang pemulung dengan penghasilan ala kadarnya, bisa pergi haji ibarat mimpi. Namun Allah Swt berkehendak lain. Dari sebuah niat tulus, Sang Khaliq mewujudkan mimpi Miskat.

• Baca: Rekayasa Dokumen, 16 Calhaj Lumajang Batal ke Tanah Suci

Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat,” kata Miskat yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 28 penuh syukur saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sukolilo, Rabu (25/7).

Miskat menceritakan, setiap hari dia mengais rezeki dengan mencari kardus, botol mineral, serta barang-barang bekas lainnya. Berbekal ronjot dan sepeda tuanya, dia berkeliling di lima desa dari pagi hingga sore.

“Hasilnya juga tidak pasti. Kadang Rp 15 ribu, kadang hanya Rp 30 ribu, tidak pasti,” katanya.

• Baca: Petugas Bandara Juanda Sita 662 Slop Rokok Milik Calhaj

Uang hasil memulung, tambah duda cerai ini, setiap hari dikumpulkannya sedikit demi sedikit. “Kalau dapat uang saya pakai makan di warung. Sekali makan Rp 5 ribu. Saya makan tiap hari, dua kali sehari,” kenangnya.

Uang tabungan Miskat kemudian dikumpulkan dalam lemari kayu miliknya demi satu niat menuju Makkah. “Nabungnya lama. Kalau punya uang kan buat makan, sisanya kadang Rp 3 ribu, kadang Rp 5 ribu saya tabung,” ucapnya.

Diikat Gelang Karet

Dari tahun ke tahun, tabungan Miskat terkumpul Rp 3 juta di 2010. Lantas dia datang menemui Saiful, pemilik salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Probolinggo untuk menyampaikan niat sucinya.

Dengan bekal uang lusuh Rp 3 juta yang diikat jadi satu dengan gelang karet, Miskat diantar Saiful untuk mendaftar haji dana talangan dengan jaminan pemilik KBIH.

Namun hingga mendekati satu tahun jatuh tempo pelunasan uang talangan, Miskat belum bisa melunasi. “Saya dibantu lagi sama Haji Saiful. Beliau menjelaskan kalau saya baru bisa melunasi dana talangan itu hingga tiga tahun,” ungkapnya.

• Baca: Sakit Kategori Risiko Tinggi, Keberangkatan 9 Calhaj Ditunda

Kemudian empat bulan menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci, Miskat menderita sesak. Diapun tak bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Tapi saya tak mau menyerah. Saya ingin pergi haji di rumah Allah dan ke makam Rasulullah. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa dan niat saya,” tandasnya.