Direkomendasi 25 Cabang, Gus Abid Siap Pimpin Ansor Jatim

SIAP PIMPIN ANSOR JATIM: Gus Abid, siap pimpin Ansor Jatim jika diberi amanah, kesemoatan dan rekomendasi cabang-cabang untuk maju. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SIAP PIMPIN ANSOR JATIM: Gus Abid, siap pimpin Ansor Jatim jika diberi amanah, kesempatan dan rekomendasi cabang-cabang untuk maju. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah desakan agar PW GP Ansor Jatim segera menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil), sejumlah nama disebut-sebut layak menjadi kandidat untuk menggantikan Rudi Tri Wahid. Salah satu nama kuat yakni Sekretaris Ansor Jatim hasil SK penunjukkan, Mohammad Abid Umar Faruq.

Ditanya kesiapannya maju dalam kontestasi ketua Ansor Jatim, cucu KH Zainuddin Djazuli, pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri yang akrab disapa Gus Abid itu menegaskan, dirinya tidak mungkin mencalonkan diri untuk maju karena di Ansor tidak ada tradisi untuk memajukan diri sebagai ketua.

“Tapi kalau saya diberikan amanah, diberikan kesempatan dan direkomendasi cabang-cabang untuk maju, ya saya akan siap saja,” katanya saat diwawancarai Barometerjatim.com via telepon.

• Baca: Ansor Jatim Tak Boleh Vakum, Hasan Usulkan Alfa Plt Ketua

Gus Abid juga menegaskan, saat ini bahkan sudah puluhan Pimpinan Cabang (PC) dan ratusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang memberikan rekomendasi agar dirinya maju di bursa ketua Ansor Jatim.

“Kalau saya dicalonkan kan sudah ada 25 cabang yang memberikan rekomendasi. Hampir 300 anak cabang juga. Tinggal nunggu waktunya saja lah,” katanya.

Sosok milenial (29 tahun) itu menambahkan, “Di Jatim total ada 42 cabang dan sekitar 658 anak cabang, mereka ini yang punya hak suara untuk memilih ketua di Konferwil.”

Berarti jumlah cabang dan anak cabang banyak juga ya Gus, sayang kalau di tengah kevakuman kepengurusan Ansor Jatim tidak segera Konferwil? “Ha.. ha..,” sambar Gus Abid.

“Kalau saya dicalonkan kan sudah ada 25 cabang yang memberikan rekomendasi. Hampir 300 anak cabang juga. Tinggal nunggu waktunya saja lah.”

Saat ditanya, apakah untuk dicalonkan cukup mendapat rekomendasi dari cabang dan anak cabang atau masih butuh ‘restu’ dari kiai maupun sesepuh Ansor, Gus Abid menegaskan kalau dirinya sudah sering sowan ke sesepuh Ansor maupun para kiai.

“Tapi sowan saya berkaitan dengan Ansor secara organisasi ya, bukan semata untuk kepentingan Ansor 1 (posisi ketua). Saya minta restu itu bukan hanya pas ada kepentingan saja,” tegasnya.

Bantah Vakum

Di sisi lain, Gus Abid juga tidak pas kalau dikatakan kepengurusan Ansor Jatim saat ini mengalami kevakuman. “Enggak ada kevakuman-lah. Vakum itu kan enggak ada pengurusnya. Ini ada pengurusnya, cuma enggak ada SK-nya,” ujarnya.

Lantas apa bedanya, ada pengurus tapi tidak punya legalitas kepengurusan? “Bagi saya, organisasi ini tetap jalan, karena masih ada pimpinan pusat, ada pimpinan cabang. Pimpinan wilayah itu kan hanya kepanjangan tangan dari pusat,” jelasnya.

Ketika kepanjangan tangan itu sudah enggak ada, maka otomatis semuanya diambilalih pimpinan pusat. “Tapi bukan berarti kepengurusan di Jatim vakum,” tandasnya.

• Baca: Tak Kunjung Konferwil, Ansor Jatim Jadi ‘Kendaraan’ di Pilgub

Ketika dipertegas sampai kapan kepengurusan tanpa SK ini berlangsung, Gus Abid enggan memberi jawaban, meski dirinya dan Rudi telah dipanggil ke Jakarta oleh Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Coumas (Gus Yaqut) terkait kondisi Ansor di Jatim saat ini.

“Iya kita dipanggil. Ya di antaranya ngobrol soal kondisi di Jatim, gimana langkahnya nanti ke depan. Nantilah tunggu waktunya. Sebentar lagi pasti ada jawaban. Mungkin seminggu, dua mingun, tiga mingguan atau empat minggu,” candanya.