Dijamu Papeda, Lenis Kogoya: Hari Ini Khofifah Mama Papua

DIPLOMASI PAPEDA: Khofifah suguhkan papeda kepada Lenis Kogoya untuk hentikan rusuh di Papua. | Foto: IST
DIPLOMASI PAPEDA: Khofifah suguhkan papeda kepada Lenis Kogoya untuk hentikan rusuh di Papua. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menu istimewa disuguhkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menjamu Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya yang bertemu ke Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (19/8/2019) petang.

Menu apa itu? Bukan makanan asal Jatim, tetapi papeda, bubur sagu khas Papua. “Ini namanya diplomasi papeda,” kata Khofifah tersenyum, seraya menyuguhkan sepiring papeda kepada Lenis.

Mendapat jamuan istimewa dari Khofifah, Lenis yang juga Ketua Masyarakat Adat Tanah Papua tak bisa menyembuyikan suka citanya. Bahkan dia sudah menanggap Khofifah sebagai Mama Papua.

“Hari ini saya anggap beliau ini bukan gubernur lagi, tapi mama Papua,” kata Lenis. “Saya titipkan anak-anak saya (mahasiswa Papua di Surabaya) untuk dijadikan seperti anak-anaknya sendiri,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lenis juga bercerita bahwa Khofifah saat masih menjabat Menteri Sosial pernah berkunjung ke rumahnya di Wamena.

“Ibu (Khofifah) pernah datang ke rumah saya. Ketika bapak saya meninggal ibu yang menjaga sampai lepas juga ke Papua, juga dijaga. Terima kasih,” kenangnya.

Usai menikmati papeda, keduanya mendatangi belasan perwakilan mahasiswa dan pelajar Papua yang turut hadir. Mereka juga dipersilakan menikmati menu khas Jatim, seperti rujak cingur dan sayur asem plus bothok.

Pertemuan tersebut bagian dari upaya untuk mencairkan ketegangan akibat kerusuhan di Manokwari, yang dipicu hoaks pengusiran mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang beberapa hari lalu.

Asrama Nusantara

MAMA PAPUA: Lenis Kogoya sebut Khofifah sebagai Mama Papua atas kepeduliannya pada warga Papua. | Foto: IST
MAMA PAPUA: Lenis Kogoya sebut Khofifah sebagai Mama Papua atas kepeduliannya pada warga Papua. | Foto: IST

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan; Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, perwakilan mahasiswa Papua, serta Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS), Lenis juga memberikan catatan terkait persoalan mahasiswa Papua.

“Masalah untuk kasus ini khususnya, kita serahkan kepada pihak yang berwajib. Terus masalah khusus kelanjutan mahasiswa Papua, kita akan bikin asrama berbentuk asrama nusantara,” kata Lenis.

Asrama nusantara ini diperuntukkan bagi mahasiswa dari seluruh penjuru nusantara agar terbangun rasa kebhinekaan. Penghuni asrama nantinya akan diberikan beasiswa dan pelatihan untuk praktik kerja langsung (PKL) selama menempuh pendidikan di Surabaya dan sekitarnya.

Lenis juga menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi, agar masalah ini jangan dibesar-besarkan. “Tapi mari kita menjadi saling memaafkan. Ada kesalahan dimana harus memaafkan. Itu yang harus saling dibangun,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Papua