Dihantam Spanduk Rasis, Ketum Bara JP Mengadu ke Polrestabes

LAPOR KE POLRESTABES: Ketum Bara JP, Gianto Wijaya usai mengadu ke SPKT Polrestabes Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
LAPOR KE POLRESTABES: Ketum Bara JP, Gianto Wijaya usai mengadu ke SPKT Polrestabes Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dihantam spanduk bernada rasis, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden/Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Surabaya, Gianto Wijaya mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Senin (4/10/2021).

Gianto datang bersama kuasa hukumnya, Vena Naftalia dengan membawa sejumlah bukti berupa foto-foto spanduk yang tersebar di beberapa titik jalan di Surabaya pada 27 September 2021 malam lalu.

Spanduk tersebut di antaranya bertuliskan: Tolak Bara JP Dipimpin Gianto Wijaya (Tionghoa), Bara JP Ada U/ Rakyat Bukan U/ Gianto Wijaya (Tionghoa).

“Kita koordinasi ke Polrestabes Surabaya untuk pengaduan kasus spanduk rasisme akibat dari efek Kongres Luar Biasa, 25-26 September di Hotel Wyndham Surabaya,” katanya.

Pria yang berlatar belakang pengusaha tersebut menyayangkan tindakan pelaku, apalagi baru kali ini terjadi ulah rasis seperti itu sejak dia memimpin DPD Bara JP Jatim dan kini menakhodai Bara JP Indonesia.

“Tidak pernah, sama sekali. Mengapa tiba-tiba setelah KLB di Surabaya muncul bertebaran banner yang rasis. Ya kalau saya pribadi, itu enggak masalah, silakan serang. Kita berorganisasi itu sangat biasa,” kata Gianto.

Tapi kalau sudah menyerang etnisitas, tandasnya, ini yang harus dilawan karena sangat sensitif. Bisa memecah belah kebhinekaan, baik di Jatim maupun seluruh Indonesia.

Apalagi dalam berorganisasi, terget dan tujuan utama yakni membuat toleransi dan kebhinekaan ini benar-benar terjalin. “Jadi rasisme ini yang kita lawan, di manapun!” tegasnya.

Serahkan ke Kepolisian

Setelah melakukan aduan, Gianto memohon aparat hukum segera mengusut dan mengungkap secepatnya kasus ini. Apalagi titik-titik pemasangan spanduk berada di jalan-jalan utama yang terpantau CCTV. Seperti di Jl Dr Soetomo, Jalan Diponegoro, Lapangan Thor, dan Rolag Gunungsari.

“Kelihatannya yang membuat sama itu, satu orang. Hampir 10 titik, terpasang sejak tanggal 27 malam setelah KLB Surabaya. Tanggal 28 September, teman-teman dari Pemkot Surabaya, Polda, Kodam mengabari saya, hampir bebarengan,” ungkapnya.

Gianto juga tak mau berandai-andai siapa yang memasang, biar pihak kepolisian yang menyelidiki. “Kita masih tidak tahu oknumnya siapa. Tapi bisa saya pastikan bahwa ini bukan dari oknum Bara JP Jatim. Ini suruhan, pasti dari luar Jatim,” ujarnya.

Soal mengapa dia yakin tindakan tersebut tidak dilakukan oknum anggota Bara JP Jatim, karena dari awal seluruh DPC kabupaten/kota Bara JP di Jatim yang mendorong KLB di Surabaya.

“Mereka yang sangat kuat mendorong. Baru teman-teman DPD dari provinsi lain. Jadi di sini kami luruskan, jangan membawa politik SARA di dalam organisasi Bara JP, harus kita lawan!” tegasnya, sekali lagi.

» Baca Berita Terkait Bara JP