Dibonceng Ajudan, Mensos Naik Motor Tembus Kemacetan

PILIHAN CEPAT, NAIK MOTOR: Mensos Khofifah Indar Parawansa turun dari motor untuk menghadiri acara di TMII. Mensos memilih naik motor karena terjebak kemacetan parah di depan Tamini Square.

JAKARTA, Barometerjatim.comMenteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dikenal sebagai pejabat yang cepat. Tak hanya cepat saat berjalan kaki tapi juga cepat dalam bekerja. Jika jalanan tak bisa dilalui mobil atau terjebak kemacetan, dengan cepat pula dia turun berganti naik motor agar tepat waktu di lokasi acara.

Di bulan April ini, setidaknya sudah tiga kali Khofifah naik motor. Pertama, saat mengunjungi lokasi dan korban longsor di Dusun Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (2/4).

‘Aksi’ Khofifah ini pun ramai-ramai diberitakan media massa nasional dan viral di media sosial, karena di saat yang sama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Saifullah Yusuf justru memilih naik helikopter untuk sampai di lokasi.

Kedua, ketika mengunjungi lokasi serta korban longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel dan Dusun Jati, Desa Blongko Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Senin (10/4). Tak hanya naik motor trail ke lokasi, kehadiran Khofifah juga lebih cepat dari Wagub Jatim.

• Baca: Beda Cara: Khofifah Naik Motor, Gus Ipul Pilih Helikopter

Dan, terbaru, Khofifah memilih naik motor saat terjebak kemacetan untuk meresmikan Pekan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 dan menetapkan TMII sebagai Wahana Pembentukan Jiwa dan Sikap Kesetiakawanan Sosial di Kuncungan Pendopo Agung Sasono Utomo TMII, Minggu (16/4).

Saat perjalanan menuju lokasi acara, Mensos yang sebelumnya menggunakan mobil dinas Menteri Sosial RI 30, terjebak kemacetan parah di depan Tamini Square. Dalam kondisi penuh sesak kendaraan roda empat menuju TMII, Mensos memutuskan menumpang motor.

“Macetnya parah sekali, supaya tetap bisa tepat waktu disiasati dengan naik motor,” ujar Mensos yang tak ingin membuat tamu undangan dan pengunjung TMII menunggu terlalu lama.

Dibonceng ajudan, Khofifah melanjutkan perjalanan. Sekitar lima menit tiba di lokasi, Mensos lantas disambut Direktur Utama TMII, Komisaris Utama TMII, Dirjen Dayasos Kemensos, dan Puteri Indonesia 2017. Tepuk tangan riuh warga menyambut kehadiran sang menteri.

Apresiasi TMII
Dalam sambutannya, Mensos mengapresiasi TMII yang telah berinisiatif dan berperan aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui peresmian TMII sebagai Wahana Pembentukan Jiwa dan Sikap Kesetiakawanan Sosial. Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk menjabarkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial dalam bentuk-bentuk aksi nyata.

“Peran dan inisiasi yang luar biasa telah ditunjukkan TMII dalam melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa dan tradisi, menjadi sarana rekreasi berbasis budaya, menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat untuk lebih mencintai Indonesia sehingga tercipta persatuan dan kesatuan,” paparnya.

• Baca: Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Pemda Jangan Pelit APBD

Mensos menambahkan, nilai-nilai kesetiakawanan sosial menjadi penting untuk diinternalisasikan pada segenap bangsa Indonesia, khususnya bagi para pengunjung TMII.

“Kesetiakawanan sosial secara substansi di dalamnya terdapat usaha-usaha mengajak seluruh komponen bangsa untuk peka terhadap kondisi sosial, untuk peduli, untuk berbagi, dalam suasana penuh toleransi,” katanya.

“Di dalam wahana yang dimiliki TMII diperkenalkan berbagai bentuk keragaman Indonesia, pengunjung dikenalkan dengan kampanye sosial tentang pembentukan jiwa dan sikap kesetiakawanan sosial.”

TINJAU BATIK PEKALONGAN: Mensos Khofifah Indar Parawansa meninjau Pameran Batik Pekalongan bersama Puteri Indonesia 2017.

TMII diresmikan pada 20 April 1975, berdiri di lahan seluas 150 hektare. Di dalamnya terdapat 33 anjungan daerah seluruh Indonesia, 17 museum, 6 rumah ibadah, 12 taman, unit rekreasi dan wisata, sarana pendidikan serta gerai UMKM.

Selain meresmikan Pekan HUT TMII, Mensos menandatangani prasasti TMII sebagai Wahana Pembentukan Jiwa dan Sikap Kesetiakawanan Sosial dilanjutkan pelepasan ribuan balon warna-warni yang menandai HUT TMII ke-42.

Setelah itu Mensos bersama tamu undangan menyaksikan Pawai Budaya Nusantara. Saat kontingen Jawa Barat beratraksi, Mensos menerima Miniatur Manuk Janur dalam kotak kaca dari Provinsi Jawa Barat.

• Baca: Libur Panjang, Khofifah Malah ‘Bergelut’ dengan Lumpur

Di akhir acara Mensos meninjau Pameran Batik Pekalongan serta membatik bersama pengunjung dan Puteri Indonesia 2017. Di atas kain putih, Mensos menggoreskan tinta lilin mengikuti pola batik yang telah digambar sebelumnya.

“Seluruh anjungan dan semua isi TMII apabila digabungkan maka inilah miniatur Indonesia yang menggambarkan Indonesia yang sangat besar dengan ragam budaya dan tradisinya. Ini harus kita jaga, rawat dan lestarikan dengan semangat kesetiakawanan sosial,” ucap Mensos.