Demo! Forkot Tuding JIIPE Gresik Masih Sengketa Lahan

DEMO JIIPE GRESIK: Massa Forkot melakukan aksi teaterikal dengan membawa sajen dan potong ayam. | Foto: Barometerjatim.com/DANI IQBAAL
DEMO JIIPE GRESIK: Massa Forkot melakukan aksi teaterikal dengan membawa sajen dan potong ayam. | Foto: Barometerjatim.com/DANI IQBAAL

GRESIK, Barometerjatim.com – Puluhan massa LSM Forum Kota (Forkot) Gresik memprotes Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), lewat aksi unjuk rasa di jalan masuk kawasan industri JIIPE di Kecamatan Manyar, Senin (22/7/2019).

Massa Forkot juga melakukan aksi teaterikal dengan membawa sajen dan potong ayam di tengah jalan jalur Pantura tersebut. Meski sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas, aksi berjalan damai dengan kawalan aparat kepolisian.

Koordinator Forkot Gresik, Haris Faqih menuturkan, aksi ini dilakukan lantaran banyak keluhan dari masyarakat terkait sengketa tanah rakyat yang masih belum terselesaikan.

Selain itu, Forkot meminta untuk merekrut dan melibatkan tenaga kerja lokal di kawasan JIIPE yang menurutnya belum dilakukan secara maksimal.

“Kami inginkan untuk menuntaskan segala persoalan sengketa lahan atau tanah rakyat yang ada di kawasan JIIPE. Juga merekrut 100 persen warga lokal dan pelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Haris juga menegaskan, aksi ini akan terus dilakukan hingga permasalahan tersebut tuntas. Selain itu, Forkot akan membuat posko pengaduan untuk masyarakat terdampak di area JIIPE.

“Kami akan membuat posko bagi masyarakat yang terdampak. Kami juga akan melakukannya bersama mahasiswa dan LSM lainnya untuk bergerak,” tandasnya.

Diundang Tak Datang

Sementara Kepala General Affair (GA) JIIPE, Joko Sulistyo mengatakan sejak kemarin pihaknya sudah mengundang pihak Forkot untuk melakukan komunikasi. “Tadi pagi sudah ditunggu untuk diajak dialog, tetapi tidak mau,” katanya.

Joko membantah tudingan Forkot, karena JIIPE sudah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Kecamatan Manyar sejak kedatangan Presiden Jokowi tahun lalu tentang tenaga kerja lokal dan sebagainya.

Enam perusahaan yang berdiri di JIIPE, tandas Joko, juga sudah mengetahui aturan tersebut, sehingga warga Manyar dan sekitarnya mendapatkan prioritas.

“Artinya sudah proporsional, sampai hari ini perusahaan cuma itu, perusahaan belum bertambah,” jelas Joko.

» Baca Berita Terkait Gresik