Calon Ketum PBNU, Gus Fahrur: Saya Dukung Gus Yahya!

DUKUNG GUS YAHYA: Gus Fahrur, dukung Gus Yahya jadi ketua umum PBNU di Muktamar ke-34 NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUKUNG GUS YAHYA: Gus Fahrur, dukung Gus Yahya jadi ketua umum PBNU di Muktamar ke-34 NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI), Dr KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) blak-blakan mendukung KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk menjabat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-34 di Lampung, 23-25 Desember 2021

“Silakanlah siapa, saya dukung Gus Yahya,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur Bululawang, Kabupaten Malang tersebut kepada Barometerjatim.com, Minggu (26/9/2021).

Pertimbangan Gus Fahrur mendukung kakak kandung Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) itu karena masih muda (55 tahun), berpengalaman internasional, dan sudah dikader mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Dia dulu kan juru bicara Gus Dur, dan mampu berbahasa asing dengan bagus, punya jaringan internasional,” tandasnya.

Jadi pemimpin NU ke depan, lanjut Gus Fahrur, harus ada anak muda yang mempunyai kemampuan dan keilmuan yang cukup, punya relasi yang baik dengan banyak pihak, termasuk dunia internasional. Selain itu, bisa berkomunikasi dengan grass root-nya yakni pesantren.

“Karena Gus Yahya itu kan anak kiai (salah satu putra KH Muhammad Cholil Bisri) dan alumnus pesantren, sehingga dia ngertilah bagaimana umat kita ini kan mayoritas santri, memajukan pesantren, lha itu yang kita inginkan,” paparnya.

Soal metode pemilihan, Gus Fahrur tak mempermasalahkan. Mau one man one vote atau Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) untuk memilih ketua tanfidziyah, menurutnya, silakan saja.

“Saya dua-duanya setuju. Artinya mau langsung setuju, mau Ahwa setuju, bagi saya tidak ada masalah. Bagi saya semuanya itu oke, boleh. Diangkat oleh rais aam pun boleh,” kata Gus Fahrur.

“Zaman Kiai Hasyim Asy’ari dulu itu (ketua tanfidziyah) ndak dipilih, malah diangkat oleh rais aam. Sehingga pemimpin itu hanya satu, rais aam. Saya malah setuju itu,” katanya.

Jadi, tegas Gus Fahrur, pemimpin itu cuma satu, rais aam, tidak sampai ada dua matahari. Sedangkan fungsi ketua umum PBNU hanya sebagai pelaksana. Artinya, semua policy di tangan rais aam.

“Kalau itu saya malah lebih setuju, sehingga kekuasaan tertinggi itu rais aam. Kalau rais aam bilang A, semua harus A,” ucap kiai yang juga wakil ketua PWNU Jatim tersebut.

Seperti diberitakan, PBNU memutuskan menggelar Muktamar ke-34 NU di Lampung, 23-25 Desember 2021. Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat pleno Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang diikuti secara virtual dari Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

Keputusan tersebut diambil hasil musyawarah Kiai Said bersama Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar; Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf; dan Sekretaris Jenderal PBNU, Ahmad Helmi Faishal Zaini.

» Baca Berita Terkait Muktamar NU