Siap Ketum PBNU Lagi, Kiai Said: Kalau Dipilih Muktamirin Ayo!

SIAP DIPILIH MUKTAMIRIN: KH Said Aqil Siroj, siap nahkodai PBNU untuk kali ketiga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SIAP DIPILIH MUKTAMIRIN: KH Said Aqil Siroj, siap nahkodai PBNU untuk kali ketiga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Seiring perjalanan waktu, KH Said Aqil Siroj berubah siap ‘menahkodai’ Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk kali ketiga, jika dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung nanti dikehendaki muktamirin alias peserta muktamar.

“Terserah muktamirin dong, terserah muktamirin, he.. he.. Kalau terpilih ayo! Kalau enggak (terpilih), enggak apa-apa,” katanya usai menghadiri Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan II PP Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (10/1/2010).

Sikap yang sama juga disampaikan Kiai Said usai menghadiri silaturahim dan sarasehan di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, 17 Oktober 2019. “Apa kata muktamirin,” katanya.

Padahal sebelumnya, ketika memberikan taushiyah Maulidurrasul pada Harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, 27 Januari 2018, Kiai Said begitu gamblang menyatakan tak akan maju lagi sebagai ketua umum PBNU.

“Barangkali saya berdiri di depan para ibu Muslimat ini yang terakhir. Tahun 2020 Mukhtamar NU saya tidak akan mencalonkan diri,” katanya.

“Silakan yang lain (maju), siapapun! Saya tidak punya calon, siapapun kader NU mencalonkan diri sebagai ketua NU, monggo (silakan),” tandasnya.

Bukan di acara Harlah Muslimat NU saja, sebelumnya saat pembukaan Konferwil PWNU Jatim di Ponpes Lirboyo, Kediri, 28 Juli 2018, Kiai Said juga menegaskan dirinya tak maju lagi sebagai ketua umum.

“Saya ingin ngikut Kiai Mutawakkil (ketua PWNU Jatim sebelum KH Marzuki Mustamar), cukup dua periode lah, uda capek uda. Cukup dua kali,” katanya.

“Silakan siapkan pengganti saya tahun 2020. yang lebih cerdas, yang lebih pinter daripada Gus Dur, cari! Karena nanti tantangannya nanti lebih besar, lebih berat daripada yang dihadapi Gus Dur. Cari ketua umum PBNU yang lebih cerdas daripada Gus Dur, lebih cerdas daripada saya,” pintanya.

Sebagaimana diberitakan, Muktamar ke-34 NU akan digelar di Ponpes Darussadah, Lampung Tengah, asuhan KH Muhsin, 22 hingga 27 Oktober mendatang.

Jaga Aswaja dan NKRI

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said menuturkan tugas utama warga NU harus siap menjadi kader bangsa, mempertahankan Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang moderat dan toleran, serta NKRI yang berbudaya, bermartabat dan berperadaban.

“Mudah-mudahan, harapan kita ke depan dengan tantangan yang sangat-sangat menantang, sangat berat, kita mampu menghadapi semuanya. Memasuki era digitalisasi, luar biasa,” katanya.

Kiai Said bahkan tidak bisa membayangkan bakal seperti apa generasi bangsa ini dalam 20 tahun ke depan, sebab setiap saat di tangannya yang ada selalu handphone.

“Akan jadi apa cucu kita ini, yang selalu di tangannya handphone, saya tidak tahu. Tapi insyaallah kalau kita punya prinsip, kepribadian, masih ada ketahanan,” katanya.

» Baca Berita Terkait Muktamar NU