Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Bertemu di Grahadi, Khofifah Kupaskan Nanas untuk Prabowo, Hemm.. Apa Maknanya Ya?

Berita Terkait

SAMBUTAN HANGAT: Khofifah sambut silaturahmi Prabowo Subianto di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SAMBUTAN HANGAT: Khofifah sambut silaturahmi Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jumat malam, 25 Februari 2022, Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto lewat Sekjen Ahmad Muzani menghadiahi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sebuah keris disertai stiker Gerindra.

Saat itu, Pakar Komunikasi Politik yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo mengartikan pemberian keris adalah bentuk lamaran politik Prabowo kepada Khofifah untuk menjadi pasangannya di Pilpres 2024.

Selasa (3/5/2022) malam, Prabowo datang langsung menemui Khofifah di Gedung Negara Grahadi. Dalam pertemuan tertutup dan jamuan malam, terlihat momen Khofifah mengupaskan nanas untuk Prabowo.

Momen itu diungkap Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad yang turut mendampingi Prabowo dalam pertemuan. Nanas yang dikupas Khofifah untuk Prabowo jenis Pasir Kelud 1 (PK-1) produk hortikultura daerah setempat.

“Tadi Bu Khofifah memamerkan produk-produk pertanian holtikultura di antaranya nanas yang enggak ada biji matanya itu. Malah Bu Khofifah ngupas sendiri diberikan ke Pak Prabowo juga ke Pak Sekjen,” kata Sadad usai pertemuan.

“Itu adalah produk horti yang punya nilai ekonomi tinggi, dan pasarnya bisa sampai luar negeri. Rasanya enak, manis,” sambung politikus yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

Tidak hanya itu, Khofifah juga mengajak Prabowo keliling ke taman belakang Gedung Grahad dengan suguhan pemandangan Sungai Kalimas.

“Sungai yang menurut Pak Prabowo sudah mirip Amsterdam. Dipuji, mengingatkan suasana di Amsterdam,” kata Sadad.

Apakah momen Khofifah mengupaskan nanas tersebut wujud menerima pinangan politik Prabowo untuk 2024?

Sadad menjelaskan, dalam pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan soal politik, murni silaturahmi dan bertukar pandangan.

“Enggak ada perbincangan politik, suasananya sangat cair. Jadi Ibu Khofifah menyampaikan semacam outlook ekonomi mengenai Jatim prioritas produk yang mesti dijaga untuk buffer stock nasional. Pak Prabowo juga bicara ringan, kedua tokoh menunjukkan perbincangan yang hangat,” katanya.

Sadad bahkan menegaskan, belum ada perbincangan terkait Pilpres 2024, apalagi soal perjodohan Prabowo-Khofifah sebagai pasangan Capres-Cawapres.

“Belum bisa disimpulkan ke arah sana, komunikasi ini sangat berbeda ya, lebih maju dibanding Februari saat pertemuan Sekjen dan Khofifah. Kedua tokoh tukar pandanganlah dalam menjalankan tugas masing-masing,” tandasnya.

» Baca berita terkait Pilpres 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -