Beda Cara: Khofifah Naik Motor, Gus Ipul Pilih Helikopter

NAIK MOTOR: Mensos Khofifah Indar Parawansa memilih naik motor untuk menuju lokasi longsor di Dusun Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. | Humas Kemsos/IKHWAN & Barometerjatim/ROY HASIBUAN

PONOROGO, Barometerjatim.com – Beginilah ‘gaya’ pejabat kita dalam mengunjungi lokasi dan korban longsor di Dusun Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Jika Wakil Gubernur Jatim (Wagub) Saifullah Yusuf datang ke lokasi dengan naik helikopter, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memilih cara yang jauh lebih merakyat: naik motor.

Kedua pejabat tersebut mendatangi lokasi Minggu (2/4). Gus Ipul datang lebih dulu dengan naik helikopter bersama rombongan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin.

Rombongan Kapolda tiba di lapangan Njalakan, Desa Wotan, Kecamatan Pulung, pukul 09.00 WIB untuk selanjutnya melakukan kunjungan ke Dusun Tingkil sekaligus memberikan sejumlah bantuan.

Sementara Khofifah, pejabat pusat pertama yang datang ke lokasi longsor, tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Khofifah dan rombongan terlebih dahulu mendatangi Posko Penerimaan Bantuan dan Informasi pertigaan Desa Wagir Kidul. Kedatangannya disambut hangat warga, tak hanya ibu-ibu tapi juga bapak-bapak yang berebut salaman.

• Baca: Di Forum Muslimat NU, Zulkifli Tegaskan Dukung Khofifah

Dari pertigaan Desa Wagir Kidul, jarak ke Dusun Tingkil masih sekitar tujuh kilometer melewati jalan makadam yang licin dengan sisi kiri dan kanan membentang persawahan serta jurang di beberapa bagian.

Sebenarnya jalan ini bisa dilalui dengan mobil, namun agak susah kalau berpapasan. Bisa sangat mengganggu pengguna jalan yang akan menjalani aktivitas dan menimbulkan kemacetan panjang.

Rupanya Khofifah tak mau aktivitas warga terganggu dengan kehadirannya. Diapun memilih naik sepeda motor. Karuan saja warga dibuat kaget karena sebelumnya Gus Ipul melewati jalan yang sama dengan mengendarai mobil. Terlebih, jalan makadam yang harus dilalui lumayan licin karena air sisa hujan terlihat masih menggenang.

“Wah, Bu Menteri ini merakyat tenan yo. Dalam kondisi seperti ini (suasana duka akibat longsor dan jalanan yang licin), beliau memilih naik motor. Tadi Pak Wakil Gubernur juga datang, tapi dari sini ke Tingkil naik mobil,” kata Mufid, salah seorang warga.

NAIK HELIKOPTER: Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf mengunjungi longsor di Dusun Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo naik helikopter bersama rombongan Kapolda Jatim. | Foto: Ist

Sepanjang perjalanan, Khofifah yang mengenakan baju putih, jilbab putih dan celana panjang hitam disambut warga yang kebetulan melintas.

Sebelum tiba di Tingkil, perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu terlebih dulu berhenti di Posko Pengendalian dan Penanganan Bencana Longsor. Di tempat ini sudah menunggu Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni.

Kepada Bupati Ipong, Khofifah memberikan sejumlah arahan dan bantuan sosial senilai Rp 1,34 miliar untuk korban. Rinciannya, Rp 832 juta berupa bantuan logistik terdiri dari paket lauk pauk, family kid, food ware, selimut woll, matras, tenda gulung, tenda keluarga dan sandang paket.

• Baca: Soal Izin Khofifah, Pakde Karwo ‘Jemput Bola’ ke Presiden

Sisanya, disiapkan untuk santunan ahli waris korban meninggal atau hilang masing-masing Rp 15 juta dan maksimal Rp 5 juta untuk korban luka.

Mensos juga menegaskan korban mendapatkan dana bantuan Jadup (jaminan hidup) Rp 900 ribu per jiwa. Bantuan berupa uang itu akan dicairkan setelah 14 hari tanggap darurat selesai.

Dia meminta Bupati Ipong segera melakukan pendataan jumlah keluarga korban. “Saya sudah koordinasikan kepada bupati supaya mulai dilakukan pendataan,” katanya.

Rasakan Duka Korban

RASAKAN DUKA KORBAN: Mensos Khofifah tak hanya memberi bantuan tapi juga turut merasakan duka korban longsor di Dusun Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. | Humas Kemsos/IKHWAN

Setengah jam berada di Posko Pengendalian dan Penanganan Bencana Longsor, Khofifah melanjutkan perjalanan ke titik longsor. Jalanan menanjak tajam dan licin membuat beberapa kali motor yang ditumpangi Khofifah oleng.

Rombongan yang menyertai bahkan sempat berteriak kecil, karena di sisi kanan jalan terlihat jurang cukup tajam. Namun Khofifah yang semasa kuliah ikut organisasi pecinta alam terlihat tenang dan tak henti menyapa warga yang kebetulan melintas.

Tiba di Dusun Tingkil, dengan langkah cepat, Khofifah langsung menuju titik longsor tanpa berganti sepatu boot karet, tetap memakai sepatu kets yang dipakai sejak tiba di Wagir Kidul. Dia seolah tak menghiraukan kondisi tanah yang masih labil dan becek.

• Baca: Gerindra: Soepriyatno Lebih Layak Dampingi Khofifah

Selain meninjau titik longsor, Khofifah juga mengikuti proses pencarian korban. Para relawan terlihat menghentikan pekerjaannya untuk ramai-ramai menyambut kedatangan Khofifah. “Ibu Mensos luar biasa!” teriak salah seorang relawan.

Satu jam lebih berada di lokasi, Khofifah kembali ke Wagir Kidul dengan naik motor. Di sepanjang perjalanan, lagi-lagi disambut hangat warga. Sambutan kian meriah saat mengunjungi dapur umum. Khofifah tak hanya bercengkerama hangat dengan relawan, tapi sejenak turut membantu memasak.

Sesampainya di Wagir Kidul, warga kembali menghentikan langkah Khofifah untuk salaman dan foto bersama. 15 menit kemudian, Khofifah pamit kepada warga untuk melanjutkan perjalanan kunjungan kerja ke Kota Kediri.