Rabu, 07 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Anas Bukan Representasi Nasionalis, Khofifah Diuntungkan

Berita Terkait

ANAS TETAP HIJAU: Faza Dora Nailufar, Anas tidak bisa disebut representasi nasionalis karena melekat dengan religius, dengan hijau dan NU-nya. | Foto: Barometerjatim.com/ENEF MADURY
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Banyak pihak yang mendukung keputusan PDIP mencalonkan Abdullah Azwar Anas sebagai Bacawagub mendampingi Saifullah Yusuf di Pilgub Jatim 2018. Tapi tak sedikit pula yang pesimistis. Kenapa? Anas bukan kader murni PDIP.

“Mas Anas saya kira tidak bisa (disebut representasi nasionalis), dia melekat dengan religius, dengan hijau dan NU-nya,” kata Kepala Laboratorium Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Faza Dora Nailufar dalam diskusi Pilgub Jatim yang digelar Ikatan Sarjana NU (ISNU) di Surabaya, Senin (16/9).

Ya, dalam kancah politik Anas memang ‘dibesarkan’ di PKB. Dia juga kader NU yang saat ini menjabat ketua ISNU Jatim. Fakta ini yang membuat Dora ragu Anas bisa diterima kelompok nasionalis, bahkan kader PDIP sekalipun.

• Baca: Jokowi Terima 1000 Tanda Tangan Dukung Khofifah Cagub

Begitu pula soal popularitas kewilayahan. Menurut Dora, popularitas Anas mungkin tidak diragukan lagi di kawasan Tapa Kuda, tetapi di Mataraman namanya perlu lebih disosialisasikan oleh Parpol pengusung.

“Solusinya di program-programnya. Mesin partai juga harus bergerak maksimal menyosialisasikan Mas Anas di basis nasionalis,” ucap pengurus ISNU Jatim itu.

Dalam posisi ini Dora melihat justru Khofifah lebih diuntungkan. Menteri Sosial yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu tim tinggal mencari calon wakil gubernur pendampingnya yang merepresetasikan kelompok nasionalis.

“Tetapi kriterianya juga yang sama dengan Mas Anas. Kalau bisa kepala daerah, berprestasi dan muda,” ujarnya.

• Baca: PKB Incar Muslimat NU, Peneliti: Mereka Loyal ke Khofifah

Selain Dora, diskusi juga menghadirkan narasumber dari Parpol. Yakni Thoriqul Haq (PKB), Harun Al Rasyid (Golkar), Marhaen Djumadi (PDIP), Anwar Sadad (Gerindra), Renville Antonio (Demokrat) dan Moh Eksan (Nasdem).

Sementara ketiga Parpol yang bakal mengusung Khofifah, Golkar, Nasdem dan Demokrat, menyerahkan sepenuhnya pilihan calon wakil kepada Khofifah dan tim kiai (Tim 9) yang diketuai KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

“Calon wakil kami serahkan ke Ibu Khofifah dan para kiai tim pendukungnya,” terang Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renville Antonio.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -