57 Klaster Corona di Jatim: Usai Sampoerna, Waspadai Pasar!

KLASTER PASAR: Pedagang pasar rawan terhadap penularan virus Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KLASTER PASAR: Pedagang pasar rentan terhadap penularan virus Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Waspada! Jumlah klaster virus Corona (Covid-19) di Jatim ternyata cukup banyak: 57 sumber penyebaran. Usai pabrik PT HM Sampoerna, kini meledak klaster pasar di Bojonegoro.

Ketua Tim Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menuturkan, jika beberapa waktu lalu dirinya menyebutkan ada 30-an klaster, kemarin setelah ditabulasi lagi menjadi 52.

“Tapi hari ini malah kita bisa mencatat sebanyak 57, dan 664 kasus sudah bisa kita klasifikasikan,” terangnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (10/5/2020) malam.

Dari 57 klaster, sumber penyebaran terbesar masih dari pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Asrama Haji Sukolilo Surabaya: 167 kasus.

“Kemudian yang Temboro (Magetan) 46 kasus, Temboro ini penyebarannya juga cukup luas di berbagai kabupaten/kota, bahkan sampai Malaysia. Kemudian yang lebih baru adalah klaster Sampoerna,” jelasnya.

Meski demikian, tak kalah diwaspadai yakni klaster pasar yang muncul dari Bojonegoro. Lalu klaster dari perusahaan, serta klaster tenaga kesehatan (Nakes).

“Cuma tenaga kesehatan ini bukan karena bekerja di tempat kerjanya, tapi justru dari kegiatan menolong pasien di praktik pribadinya,” ucap Kohar.

168 Reaktif di Bojonegoro

57 KLASTER CORONA: Kohar Hari Santoso, 57 klaster Corona tersebar di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
57 KLASTER CORONA: Kohar Hari Santoso, 57 klaster Corona tersebar di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menambahkan, dari ratusan orang di tiga pasar di Bojonegoro yang sudah di-rapid test hasilnya 168 reaktif.

“Dari 168, kemarin Pak Dokter Kohar sudah kirim tim untuk melakukan swab dan membawa VTM (viral transport medium atau media pembawa virus) untuk 71 orang, dan insyaallah besok akan datang lagi untuk swab 74 orang,” ujarnya.

Khofifah juga sudah menyampaikan ke Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah agar yang reaktif semuanya diobservasi. Soal ruang yang digunakan observasi, bisa menggunakan BLK Disnaker dan UPT Dinsos.

“Karena beliau juga minta disiapkan ruang-ruang observasi, yang memungkinkan untuk bisa memberikan layanan kepada mereka, terutama yang terkonfirmasi reaktif rapid test,” tandas Khofifah.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona