Khofifah Temui Erick Thohir, Risma Tinggalkan Grahadi

KHOFIFAH-RISMA: Khofifah temui Erick Thohir di Grahadi (foto atas). Risma sempat ikuti rakor evaluasi PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST
CERITA GRAHADI: Khofifah temui Erick Thohir (foto atas). Risma sempat ikuti rakor PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tiga kepala daerah, Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Nur Ahmad Syaifuddin (Plt Bupati Sidoarjo) dan Sambari Halim Rudianto (Bupati Gresik), hadir di Gedung Negara Grahadi untuk mengikuti Rakor evaluasi tahap pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya, Sabtu (9/5/2020).

Rakor yang juga membahas perpanjangan PSBB di tiga wilayah Surabaya Raya tersebut — dan akhirnya diputuskan diperpanjang 14 hari lagi hingga 25 Mei 2020 — dipimpin Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Baru beberapa menit memimpin Rakor, di saat bersamaan hadir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir di Grahadi untuk menyerahkan bantuan penanganan virus Corona (Covid-19) di Jatim.

Khofifah pun pamit sebentar untuk menemui Erick dan Rakor beberapa saat dipimpin Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono. Terlebih Erick tidak punya banyak waktu di Grahadi, karena harus melakukan kunjungan kerja di tempat lain.

Namun usai menemui Erick dan Khofifah kembali untuk melanjutkan Rakor, Tri Rismaharini alias Risma tak lagi terlihat di kursinya, meninggalkan Grahadi. Alhasil, kesepakatan memperpanjang PSBB untuk Surabaya diwakili Sekretaris Kota (Sekkota) Hendro Gunawan.

Kemana dan ada apa dengan Risma? “Tadi ada Ibu Wali Kota Risma, kemudian beliau ada tugas yang lain jadi beliau minta izin,” kata Khofifah.

Tingkatkan Frekuensi Operasi

RAKOR: Khofifah, rakor evaluasi dan perpanjangan PSBB di Surabaya Raya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST
RAKOR: Khofifah, rakor evaluasi dan perpanjangan PSBB di Surabaya Raya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST

Sementara soal perpanjangan PSBB di Surabaya, Hendro menuturkan ada beberapa pertimbangan yang disampaikan gubernur, termasuk pemaparan dari ahli dan hasil diskusi, bahwa pandemi Covid-19 masih perlu dikaji ulang terkait dengan masa PSBB.

“Dari beberapa kajian dan hasil diskusi, sarannya gubernur memang diarahkan untuk diperpanjang PSBB, dan kami dari Pemkot Surabaya sepakat untuk bisa memperpanjang selama 14 hari ke depan,” katanya.

Lalu untuk penanggulangan dampak sosial ekonomi, menurut Hendro, saat ini Pemkot sedang melakukan verifikasi dan mulai Senin atau Selasa besok akan dilakukan pencairan bantuan dari Kemensos untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

“Selanjutnya akan ada bantuan sembako dari bantuan swasta yang akan disalurkan melalu Pemkot. Saat ini yang sedang berjalan bantuan dari presiden, sembako juga, kami sudah serahkan kepada warga,” katanya.

Apakah ada pengetatan PSBB tahap kedua? “Kalau untuk operasi tentunya kita sudah lakukan kegiatan-kegiatan yang cukup intensif dari seluruh jajaran Pemkot, kita akan tingkatkan frekuensinya,” katanya.

“Kemudian titik sebarannya akan kami lebih konsentrasikan, supaya nanti penanganan untuk pembatasan jam misalnya aka bisa lebih maksimal lagi,” imbuh Hendro.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, PSBB