2019, Pemilu Paling Bikin Surya Paloh Cemas! Ada Apa?

SURAYA PALOH CEMAS: Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh di kantor Bappilu DPW Partai Nasdem Jatim, Surabaya, Sabtu (15/12). Cemas dengan Pemilu 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SURAYA PALOH CEMAS: Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh di kantor Bappilu DPW Partai Nasdem Jatim, Surabaya, Sabtu (15/12). Cemas dengan Pemilu 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Surya Paloh sudah berkali-kali mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu). Bahkan maju Caleg di usia 18,5 tahun (Pemilu 1955) untuk tingkat kotamadya di Medan, dan terpilih menjadi anggota MPR RI di usia 25 tahun.

Tapi baru di Pemilu 2019 ini, Ketum DPP Partai Nasdem itu mengaku sangat merasakan kecemasan. “Dari Pemilu ke Pemilu yang saya ikuti, saya tidak memiliki kecemasan seperti saat ini. Serius! Saya katakan cemas!” tuturnya.

Penuturan itu disampaikan Surya saat memberi arahan dalam Seminar Caleg Perempuan Nasdem di kantor Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai Nasdem Jatim, Surabaya, Sabtu (15/12) sore.

• Baca: Surya Paloh: Srikandi Nasdem Harus Ahli Bersiasat!

Lantas, apa yang membuat Surya Paloh begitu cemas? Gurita politik aliran! “Kemampuan pengorganisasian, propaganda yang melemahkan semangat nasionalisme, sudah begitu dominan,” katanya dengan ekspresi serius.

Di sisi lain, menurut Surya, 16 Parpol di tingkat nasional peserta Pemilu 2019 dan 4 Parpol di tingkat lokal sibuk dengan urusan rumah tangga masing-masing.

Para Parpol dinilai belum menyadari adanya ancaman. Padahal politik aliran yang begitu dominan hari ini, akan gampang mewujudkan pikiran-pikirannya, sekaligus mengoperasionalkan pikiran tersebut ketika mereka memegang kekuasaan.

“Dari Pemilu ke Pemilu yang saya ikuti, saya tidak memiliki kecemasan seperti saat ini. Serius! Saya katakan cemas!”

“Saya tidak katakan bahwa calon (Capres) nomor satu begini, calon nomor dua begini, bukan itu yang saya maksudkan. Tapi ada yang memanfaatkan Pemilu, itu yang ingin saya garisbawahi,” paparnya.

Bagi mereka, menurut Surya, Pemilu 2019 bukan sekadar Pemilu. Tapi menjadi entry point untuk masuk pada tahapan, progress, hingga strategi dalam menghadapi Pemilu berikutnya di 2024.

• Baca: Surya Paloh Ungkap Komitmen Pakde Karwo Dukung Jokowi

“Dan menurut prediksi saya, kita harus bersiap-siap menghadapi berubahnya haluan negara. Ini yang lebih penting,” kata pria yang sudah terjun di politik selama 50 tahun, sejak bergabung Partai Golkar di usia 16 tahun.

Surya berharap pikirannya sangat salah, naif atau bahkan terlalu berlebihan. “Tapi itu jauh lebih bagus, lebih baik, daripada apa yang saya pikirkan menjadi satu kenyataan,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Nasdem, Surya Paloh