Upaya Bondowoso Keluar dari Status Daerah Tertinggal

TERUS BERBENAH: Amin Said Husni, lewat penggunaan aplikasi Siskeudes diharapkan mampu meningkatkan perekonomian serta keluar dari status daerah tertinggal pada 2018. | Foto: Ist

BONDOWOSO, Barometerjatim.com – Mulai tahun ini, Pemkab Bondowoso memberikan pendampingan pada seluruh pemerintahan desa (Pemdes) dalam penggunaan aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes).

“Tim terdiri dari inspektorat dan juga menggandeng kejaksaan negeri serta kepolisian resor setempat,” terang Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, Sabtu (25/2).

Lewat penggunaan aplikasi ini, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pelayanan umum serta mampu keluar dari status daerah tertinggal pada 2018.

Tim pendamping, lanjut Said, bertugas memfasilitasi semua Pemdes dalam mengelola keuangan desa terdiri dari alokasi dana desa dan dana desa (ADD/DD). Mulai perencanaan dan penyusunan anggaran serta pelaksanaannya hingga pembuatan pelaporan pertanggungjawaban.

Aplikasi Siskeudes diharapkan dapat mendorong Pemdes untuk mengelola keuangan desa sesuai dengan peruntukannya, serta membantu Pemdes ketika membuat surat pertanggungjawaban tepat waktu.

“Sebab, selama ini hampir semua desa yaitu sebanyak 209 desa di Bondowoso kesulitan dalam membuat SPJ,” tuturnya.

Namun Amin Said memaklumi karena peraturan tersebut masih baru, begitu pula cara mengelola keuangannya. “Aplikasi sistem keuangan desa ini nantinya juga dapat menyelaraskan perencanaan antara desa dengan Pemkab,” jelasnya.