Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Terima Peserta SSDN Lemhannas, Eri Tegaskan Tak Ingin Surabaya Jadi Kota Kapitalis

Berita Terkait

SSDN LEMHANNAS: Eri Cahyadi terima rombongan peserta SSDN Lemhannas RI di Balai Kota. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SSDN LEMHANNAS: Eri Cahyadi terima rombongan peserta SSDN Lemhannas RI di Balai Kota. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membeberkan sejumlah strategi yang telah dilakukan Pemkot Surabaya saat menerima kunjungan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Balai Kota, Selasa (5/7/2022).

Strategi tersebut mulai dari penanganan Covid-19 dengan melibatkan seluruh stakeholder, reformasi birokrasi, pembangunan SDM, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui program padat karya.

“Tadi saya sampaikan, untuk membangun sebuah kota harus diawali dengan hati, dan mengembalikan lagi rasa gotong-royong, serta saling bantu satu dengan yang lainnya,” katanya.

Strategi itu dilakukan lantaran Eri tak menginginkan Surabaya menjadi kota yang kapitalis. Karena itu, dalam setiap kunjungan di lapangan, dia selalu menekankan kepada warganya bahwa untuk membangun sebuah kota harus dengan gotong-royong kebersamaan.

“Ketika kota ini berhasil, maka yang berhasil adalah seluruhnya. Semua elemen masyarakatnya, baik itu masyarakat, pengusaha, tokoh agama termasuk Forkopimda dan wali kota,” ujarnya.

Menurut Eri, gotong-royong merupakan bagian yang tak bisa terpisahkan ketika ingin membangun sebuah kota. Baik itu dalam membangun SDM warga, mengatasi pengangguran, bayi stunting, gizi buruk, serta memutus mata rantai kemiskinan.

“Karena itu seluruh aset Pemkot kita gunakan untuk kepentingan umat. Apakah itu dengan kerja sama pihak ketiga yang bekerja orang Surabaya, atau orang Surabaya yang juga langsung bisa memanfaatkan tanah aset itu,” paparnya.

Eri memastikan, strategi yang telah dilakukan Pemkot ini bertujuan agar target untuk mengentas Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya bisa segera tercapai.

“Yang pasti, bagaimana target kita orang yang di Surabaya masuk MBR itu bisa memiliki pekerjaan dan dia mendapat penghasilan Rp 4 juta per bulan,” pungkasnya.

Sementara itu Pimpinan Rombongan sekaligus Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas RI, Mayjen TNI Kup Yanto Setiono menjelaskan tujuan peserta SSDN ke Pemkot Surabaya adalah bagian dari studi lapangan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIV 2022.

“Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan semua informasi sebagai pembelajaran pendidikan ini,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, hasil studi lapangan itu akan menjadi dasar kajian Lemhannas dalam mendukung kebijakan-kebijakan strategis nasional.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -