Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tinjau Ternak Terpapar PMK, Anwar Sadad ‘Disuguhi’ Kuku Sapi Lepas dan Wajah Rugi Rp 60 Juta

Berita Terkait

DERITA PETERNAK: Anwar Sadad dan wajah sedih Jakfar Sodiq, peternak yang sapi perahnya terpapar PMK. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DERITA PETERNAK: Anwar Sadad dan wajah sedih Jakfar Sodiq, peternak yang sapinya terpapar PMK. | Foto: Barometerjatim.com/ROY
- Advertisement -

PASURUAN, Barometerjatim.com – Seekor sapi perah tergeletak lemas di kandang. Kondisinya mengenaskan: Mulutnya berbusa, di bagian bawah keempat kakinya terlihat luka membusuk dan satu kukunya bahkan sudah terlepas.

Pemandangan tak sedap itu terlihat saat Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad meninjau sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di peternakan milik Jakfar Sodiq, warga Dusun Kumbo, Desa Telogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Minggu (3/7/2022) petang.

Sadad yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo semakin prihatin ketika melihat wajah sedih Jakfar yang menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat satu sapinya mati dan dua lainnya dipotong paksa.

“Kerugian saya untuk tiga ekor sapi saja akibat PMK Rp 60 juta lebih. Tiga ekor itu, satu karena mati dan yang dua potong paksa,” kata peternak yang memiliki 24 ekor sapi perah itu lirih.

Kalkulasinya, satu sapi saat beli Rp 25 juta dan dua lainnya Rp 40 juta. Begitu dipotong paksa, satu sapi dibeli jagal hanya Rp 4 juta. “Ya kita lepas, karena kalau sampai mati di kandang ongkos angkut dan nguburnya enggak cukup Rp 500 ribu,” jelasnya.

Jakfar merasakan kondisi semakin berat, karena masih harus mengeluarkan biaya pemulihan dan perawatan yang tak sedikit. Dalam 20 hari ini saja, sudah menghabiskan Rp 20 juta yang sebagian besar didapat dari utang.

Semoyone niku (janjinya membayarnya) kalau sapi sudah stabil, produksinya mendekati stabil, baru nyicil. Utangnya ke individu,” ungkapnya.

Uang itu untuk membeli obat-obatan, antibiotik, vitamin, dan yang berat yakni membeli pakan, terutama konsentrat. Di sisi lain, sapi tidak bisa produksi lantaran air susunya tidak keluar.

Jakfar mengaskan, seluruh sapinya terpapar PMK namun sekarang berangsur sembuh, tinggal satu yang masih parah. Sedangkan di Dusun Kumbo, menurutnya, ratusan terpapar PMK dari 1.500 populasi sapi perah.

Paling Berat Urusan Pakan

KUKU TERLEPAS: Sapi peternak Jakfar Sodiq yang terpapar PMK, salah satu kukunya terlepas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KUKU TERLEPAS: Sapi peternak Jakfar Sodiq yang terpapar PMK, salah satu kukunya terlepas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu Anwar Sadad menuturkan, dalam 20 hari perawatan sapi terpapar PMK yang paling berat dirasakan peternak memang pemberian pakan padahal sapi tidak bisa produksi.

“Tindakan dari dokter hewan kan memberi vaksin, antibiotik, vitamin. Lha begitu sapi kena antibiotik, maka tidak bisa berproduksi, susunya ndak keluar selama 20 hari,” kata legislator yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim itu.

“Dalam 20 hari itu kan tetap memberi makan, konsentrat, hijauan, dan segala macam. Ini bagi peternak yang sangat berat. Kalau vaksin, antibiotik, ndak ada masalah, sudah tersedia. Hanya yang berat bagi itu pakannya, konsentrat terutama,” sambungnya.

Jadi, tandas Sadad, posisi peternak sekarang yakni bertahan mengatasi keadaan sampai situasi berangsur normal. Peternak memilih fokus ke kesehatan ternaknya dulu baru produksi.

“Tapi akibatnya, karena income para peternak drop, terjun bebas, ya akhirnya perekonomian menjadi terpengaruh, pasar sepi,” kata lagislator keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu.

Karena itu, Sadad akan menindaklanjuti keluhan peternak dengan mengomunkasikan pad Plt Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengingat Gubernur Khofifah Indar Parawansa sedang menunaikan haji hingga 23 Juli 2022.

Sadad juga menyebut Emil perlu bertemu dengan para peternak ini agar tahu formula yang tepat untuk menyelesaikan wabah PMK, termasuk yang diusulkan peternak.

» Baca berita terkait Wabah PMK. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -