SMK Dr Soetomo Garap Film “Kartolo Numpak Terangbulan”

PEMBUATAN FILM: Proses produksi film Kartolo Numpak Terangbulan. | Foto: Barometerjatim.com/SMK Dr SoetomoSURABAYA, Barometerjatim.com – Sukses dalam pembuatan film berjudul “Jack” yang diputar di sejumlah bioskop di Indonesia, SMK Dr Soetomo Surabaya kembali terlibat dalam produksi film layar lebar.

Kali ini film yang dibikin berjudul “Kartolo Numpak Terangbulan”, digarap dengan melibatkan 40 siswa jurusan produksi film.

Film yang direncanakan tayang di bioskop mulai September 2020 itu, menceritakan keseharian Kartolo sebagai bapak kos dengan segala dinamikanya memiliki putri tunggal.

Kepala SMK Dr Soetomo, Julintono Hadi menjelaskan, sama dengan Jack, film yang dibuat kali ini mengangkat latar budaya Kota Surabaya, termasuk pemain hingga kru yang berasal dari Kota Pahlawan.

“Film ini sekaligus apresiasi pada Kartolo Cs dengan menjadikannya sebagai pemeran utama. Karena selama ini mereka hanya pendamping atau pelengkap di film,” katanya saat ditemui di salah satu lokasi syuting di Jalan Ubi 1/10 Jagir, Kamis (6/2/2020).

Menurut Anton, sapaan akrabnya, selama 21 hari proses produksi di Surabaya melibatkan siswa mulai di bagian kamera, lighting, blok, tata rias hingga pembantu umum.

“Kurikulum SMK mewajibkan magang, tetapi sangat jarang ada produksi film layar lebar di Surabaya. Makanya kami membuat film dengan latar sepenuhnya Surabaya,” katanya.

“Dengan ikut proses produksi, kemampuan mereka (siswa) sudah 25 persen dari anak kuliah,” sambung pria yang juga executive producer dalam pembuatan film ini.

Selain siswa kelas XI, dikatakan Anton ada sejumlah siswa kelas XII yang diminta produser untuk membuat film behind the scene.

“Jadi mereka pasti dapat komisi dari produser. Tapi produsernya bukan dari sekolah semua, ada juga yang dari Jakarta,” ujarnya.

100 Persen Surabaya

Sementara itu Produser dan Sutradara Kartolo Numpak Terangbulan, M Ainun Ridho mengungkapkan para siswa kembali dilibatkan karena komitmennya setelah SMK Dr Soetomo ikut membantu memproduksi film Jack.

“Film Jack merupakan film perdana saya, yang mengangkat Surabaya dan semua produksi ditangani orang Surabaya. Sama dengan film yang digarap saat ini, saya mau 100 persen Surabaya. Krunya harus dari Surabaya juga, makanya banyak siswa SMK Dr Soetomo,” paparnya.

Ridho bahkan menargetkan produksi film lokal Surabaya setidaknya dibuat setahun sekali, sekaligus memfasilitasi siswa jurusan produksi film untuk magang dan meningkatkan kualitas lulusan produksi film.

“Daripada sekolah mengeluarkan biaya akomodasi selama anak-anak magang produksi film di Jakarta, mending bikin film di Surabaya sekaligus mengangkat Surabaya,” lanjutnya.

Ainun menambahkan, para siswa yang terlibat berada di posisi layer 3 dan 4 dalam poduksi film. Posisi ini memang biasa diisi kru dengan kompetensi sekelas lulusan SMA/SMK.

“Saat ini semua siswa terserap dengan baik dalam produksi. Dengan demikian jam terbang mereka bisa lebih banyak, dan mendukung karir mereka untuk bisa naik layer 1 atau 2,” tuturnya.

Dia berharap film bergenre drama komedi yang dibintangi Kartolo Cs ini mendapat respons positif pecinta film. Dengan demikian, bisa meningkatkan komunitas pecinta film khas Surabaya.

“Film pertama Jack sangat menggembirakan, respons masyarakat tinggi meskipun secara investasi mungkin belum kembali,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Warna Warni