Selain Gelar Konferwil, Saya Dapat Tugas Khusus dari Ketum

EMBAN TUGAS KHUSUS: Gus Aam, selain tugas utama menyiapkan Konferwil Ansor Jatim juga mendapat khusus dari Ketua Ansor Gus Yakut. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
EMBAN TUGAS KHUSUS: Gus Aam, selain tugas utama menyiapkan Konferwil Ansor Jatim juga mendapat tugas khusus dari Ketua Ansor Gus Yakut. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

LEWAT SK penunjukan, PW GP Ansor Jatim mempunyai ketua baru: Sholahul Aam Notobuwono alias Gus Aam. Amanat yang diembannya tidaklah ringan. Dalam tempo enam bulan, dia harus menyiapkan dan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) sekaligus menjaga martabat Ansor dari kepentingan Pilgub Jatim 2018.

Selain Konferwil, Gus Aam yang masih keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tersebut mengaku mengemban tugas khusus dari Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Kholil Qaumas alias Gus Yaqut.

Lantaran enggan blak-blakan, spekulasi pun bermunculan di tengah penunjukan Gus Aam terkait tugas khusus. Pertama, meluruskan Ansor dari semula menjadi ‘kendaraan’ Gus Ipul — seperti penuturan mantan wakil ketua PW GP Ansor Jatim Khoirul Huda — menjadi lebih netral.

• Baca: Sah! Gus Aam Ketua Baru PW GP Ansor Jatim

Kedua, memuluskan Mohammad Abid Umar Faruq alias Gus Abid menjadi ketua definitif saat Konferwil nanti atau Gus Aam justru memberi ruang untuk adiknya yang Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jatim, Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq. Maklum, Gus Abid dan Gus Syafiq disebut-sebut kandidat kuat ketua Ansor Jatim di Konferwil nanti.

Terkait beragam spekulasi tersebut, Gus Aam membebernya pada Barometerjatim.com lewat wawancara khusus, beberapa jam setelah menerima SK penunjukkan sebagai ketua PW GP Ansor Jatim.

Ada kesan mendadak dari penunjukkan anda sebagai ketua Ansor Jatim, bagaimana prosesnya?
Saya dapat SK ini juga kaget. Ndak tahu saya ini sebelumnya. Mestinya yang ditunjuk itu sahabat Alfa (Isnaeni) karena sebagai Korwil Jatim. Kalau saya kan hanya salah satu ketua di pusat (PP) yang berasal dari Jatim, itu saja. Jadi mendadak sekali ini.

SK sudah diserahkan, apa langkah awal anda untuk membenahi Ansor setelah vakum sejak 27 Februari 2018?
Konsolidasi untuk melihat peta administrasi Ansor se-Jatim. Mulai cabang sampai PAC. Saya (belum bisa memberi komentar banyak) masih mau ketemu teman-teman (pengurus lainnya).

Kapan tepatnya SK penunjukan itu diserahkan?
Sekitar pukul 10 malam (Jumat, 8 Juni 2018) di Hotel Dafam Surabaya. Kalau SK ditandatangani 5 Juni. (SK) itu yang menyerahkan Pak Alfa, Korwil Jatim.

Ada amanat khusus yang anda terima dari pusat terkait penunjukkan ini?
Ya, saya mendapat amanat untuk menyelesaikan banyak permasalahan Ansor di Jatim dan melaksanakan tugas khusus dari Ketum.

Tugas khusus, bisa dijelaskan?
Masalah tugas khusus ini bisa konfirmasi langsung ke Ketum saja.

Apa terkait Pilgub Jatim?
Langsung ke Ketum saja..

Baik. Kalau tugas utama dari penunjukan?
Saya ditunjuk selama enam bulan ke depan dengan tugas utama melakukan konsolidasi dan menyiapkan Konferwil.

Mengapa ditunjuk selama enam bulan, tidak kurang atau lebih..
Itu keputusan Ketum di pleno, sesuai dengan PD/PRT (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga). Penujukan (pertama) enam bulan dan bisa diperpanjang maksimal dua tahun.

“Saya mendapat amanat untuk menyelesaikan banyak permasalahan Ansor di Jatim dan melaksanakan tugas khusus dari Ketum.”

Anda yakin dalam waktu enam bulan tersebut bisa menggelar Konferwil?
Insyaallah, kita upayakan dalam enam buan ke depan. Kalau memang sudah beres persyaratan administrasi di seluruh level pimpinan Ansor di Jatim, lalu urusan akreditasi dan persyaratan lainnya, ya kita tinggal laksanakan Konferwil.

Ansor menjadi sorotan karena kelewat jauh diseret ke Pilgub Jatim. Apa langkah anda untuk mengembalikan marwah organisasi ini?
Ya, minimal mengembalikan Ansor ke real-nya, jalurnya, ideologinya sebagai organisasi keagamaan. Secara organisatoris tidak boleh ke salah satu kandidat, tapi masalah hak politik, personal, dipersilakan masing-masing dengan melepas atribut organisasi.

Kalau di tingkatan pimpinan tertentu ada yang tetap nekat menyeret Ansor di Pilgub Jatim, apa tindakan anda?
Kalau memang ada pelanggaran dari PC atau PAC nanti akan dievaluasi. Untuk PC, saya akan evaluasi dengan mengusulkan ke pusat, sedangkan PAC saya sendiri yang akan melakukan evaluasi.

KETUA BARU ANSOR JATIM: Penyerahan SK penunjukkan Ketua PW GP Ansor Jatim, Sholahul Aam Notobuwono alias Gus Aam. | Foto: Ist
KETUA BARU ANSOR JATIM: Gus Aam (tengah) didampingi Gus Abid (kiri) menerima SK pengesahan pengurus PW GP Ansor Jatim dari perwakilan PP GP Ansor, Alfa Isnaeni. | Foto: Ist

Ini sekaligus konfirmasi. Kehadiran anda di Jatim, selain untuk konsolidasi dan menyiapkan Konferwil, juga disebut-sebut untuk menyiapkan ketua definitif. Benarkah?
Tidak benar itu. Saya diberi amanat untuk konsolidasi dan menyiapkan Konferwil.

Ataukah anda bersedia dicalonkan kalau direkomendasi PC dan PAC?
Saya ndak, gimana ya, saya ini kan salah satu ketua di PP. Selain itu saya ketua umum Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor pusat (badan semi-otonom Ansor).

Kalau saya ditarik ke daerah, saya kira di sini banyak kader yang lebih mumpuni. Waktunya tampil, selain saya. Masih banyak kader dan kita harus menghidupkan itu. Saya sudah di pusat, ya harus mengerti, memberikan kesempatan kepada adik-adik yang ada di bawah.

Sepertinya anda dekat dengan Gus Abid?
Saya dekat dengan semua orang. Sama Gus Abid, Gus Syafiq, dengan siapapun saya dekat. Sama Rudi (Tri Wahid, ketua Ansor Jatim sebelumnya) saya juga dekat.

Jadi penunjukkan anda ini tidak untuk memuluskan ‘skenario’ pencalonan ketua definitif di Konferwil nanti?
Oh, tidak! Tugas utama saya tetap konsolidasi organisasi dan menggelar Konferwil.