Sambil Ngopi, Remaja Magetan Belajar Ekonomi Bareng Emil

NGOPI BARENG EMIL: Emil Dardak memberikan pemaparan dalam acara Ngopi Bareng di Maospati, Magetan, Kamis (3/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
NGOPI BARENG EMIL: Emil Dardak memberikan pemaparan dalam acara Ngopi Bareng di Maospati, Magetan, Kamis (3/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

MAGETAN, Barometerjatim.com – Sejumlah remaja Magetan berkumpul di Cafe Reksadaya Manunggal (RDM), Maospati, Kamis (3/5). Mereka terlihat antusias belajar struktur perekonomian Jatim bersama Cawagub Emil Elestianto Dardak lewat acara Ngopi Bareng.

Dalam kesempatan tersebut, Emil memaparkan perekonomian Jatim dan menjelaskan posisi pemuda agar menjadi bagian penting dalam mengisi perekonomian Jatim di masa depan.

Dengan gaya santai dan dialogis, Emil menjelaskan satu persatu perekonomian Jatim, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, Industri, tambang dan lainnya.

• Baca: Bersama Warga Pacet, Emil Komitmen Lestarikan Desa Adat

“Temen-temen harus tahu, sekarang perkantoran sudah tidak lagi mempekerjakan pegawai terlalu banyak, inilah faktanya,” katanya.

“Saat ini perusahaan untuk bisa berdaya saing, cukup mempekerjakan sedikit saja orang, sisanya mengambil jasa profesional. Makanya temen-temen harus punya skill,” tambahnya.

Solusinya, menurut Emil, dengan memberikan tantangan dunia pekerjaan di masa depan. Guna melatih skill ke arah profesional, pasangan Khofifah-Emil mendorong adanya Millennials Job Center (MJC) sebagai wadah para pemuda dalam mengembangkan skill professional freelance.

• Baca: Emil-Arumi ‘Magnet Baru’ bagi Kader Nasyiatul Aisyiyah

Dalam MJC, seluruh anak muda yang memiliki skill, akan digembleng oleh mentor andal menjadi profesional di bidangnya masing-masing.

Professional freelance menjadi penting seperti Amerika Serikat, sekitar 55 persen masyarakatnya bekerja freelance. Professional freelance adalah masa depan mereka,” ungkap bupati Trenggalek non aktif itu.

Lebih dari itu, Emil mendorong perubahan paradigma, bahwa pekerjaan yang aman bukanlah bekerja di kantor. Tuntutan perusahaan saat ini adalah memiliki daya saing yang tinggi. Untuk mencapai hal itu, maka merampingkan perusahaan wajib dilakukan. Jika perusahaan memerlukan sesuatu, bisa memanggil professional freelance.

• Baca: Bawa Kado Ayam Jago, Alumni GMNI Dukung Khofifah-Emil

“Dengan MJC maka di Jatim akan banyak muncul profesional, sehingga jika mau buat usaha tidak rumit, tinggal cari di MJC. Agar yang mau usaha gampang, yang mau jadi freelance gampang, maka kita dapat menjemput pekerjaan di generasi milenial,” tandas Emil.

Sementara salah seorang peserta, Mohammad Khoiri, menilai paparan Emil tentang ekonomi Jatim sangat bagus, karena pemuda bisa mendapatkan pengetahuan dan paradigma baru.

“Paparan Mas Emil sangat bagus, dan kami anak muda puas bisa belajar tentang ekonomi dari beliau. Ini sangat mengedukasi. Beliau  juga ramah, bisa merangkul anak muda tanpa jarak. Semoga beliau diberi amanah memimpin Jatim,” harapnya.