Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Safari di Madura, Anwar Sadad Blakblakan soal Mentor Politik dan Nasabnya di Sidogiri

Berita Terkait

TADARUS POLITIK: Anwar Sadad menjadi narasumber dalam Tadarus Politik Millenials di Sampang. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TADARUS POLITIK: Anwar Sadad menjadi narasumber dalam Tadarus Politik Millenials di Sampang. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SAMPANG, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad menjadi narasumber dalam Tadarus Politik Millenials yang digelar Forum Sahabat Anwar Sadad (Forsada) Madura di Kabupaten Sampang, Rabu (13/4/2022) sore.

Lantaran panitia memberinya rambu-rambu tidak boleh berorasi terkait Pemilu 2024, Sadad yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim itu lantas meminta forum untuk me-roasting dirinya.

“Silakan saya di-roasting. Boleh di-roasting, boleh ditanya segala macam atau mungkin Q&A juga misalnya, apa yang perlu ditanya saya akan jawab sebisanya,” katanya.

Sekadar tahu, roasting identik dengan para pelaku stand up comedy atau biasa disebut komika. Tak jarang roasting ditafsirkan sebagai tindakan mengejek seseorang lewat lawakan atau guyonan.

Siapa berani? Alih-alih ‘memanggang’ Sadad, peserta forum malah banyak yang memuji dan bertanya rahasia sukses kandidat Cagub Jatim 2024 tersebut. Mulai dari siapa mentor politik hingga nasabnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan.

Soal metor politik, Sadad blakblakan menyebut nama Choirul Anam alias Cak Anam. “Saya ndak ragu-ragu mengatakan bahwa mentor saya adalah Cak Anam,” katanya.

Choirul Anam adalah mantan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim selama dua periode dan mantan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Cak Anam-lah yang mengukir Sadad hingga menjadi politikus andal seperti sekarang, termasuk empat periode menjadi anggota DPRD Jatim dengan tiga partai politik berbeda — PKB, PKNU, dan Gerindra hingga sekarang.

“Kita ini harus bisa menemukan mentor yang tepat. Mentor yang tepat jauh lebih penting daripada sekolah dan kampus yang tepat. Kampus yang baik pasti, tapi kalau kita menemukan mentor yang baik di tengah-tengah kampus yang baik, itu akan membuat kita meroket,” paparnya.

Sadad merasa beruntung saat masih berproses sebagai aktivis dan belajar menjadi politisi, karena mendapatkan mentor yang baik dan dia-lah Choirul Anam.

Lalu soal Sidogiri. Awalnya, Sadad enggan membangga-banggakan nasab karena ada satu maqolah yang menyebut bahwa orang yang membangga-bangakan nasab akan celaka.

“Tapi saya harus mengakui, saya tidak menghindar, memang dari ibu saya itu berdarah Sidogiri. Kalau abah saya berdarah Bangkalan. Jadi pada diri saya ini mengalir darah Bangkalan, Madura,” ungkap Sadad.

“Abah saya, ceritanya mondok di Sidogiri sampai bertahun-tahun. Kemudian oleh kiai dicarikan ponakannya, akhirnya menikah dengan ibu saya. Saya lahir dan besar di Sidogiri, tapi saya tetap mengakui dan merasa pada diri saya mengalir darah Madura,” tandasnya.

Sadad hadir di Sampang dalam rangka safari Ramadhan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan sowan ke sejumnlah kiai, di antaranya ke Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taroqqi Tanggumong, Sampang, Madura, KH Fauruq Alawi.

“Untuk bisa lebih dekat dengan masyarakat ya kita harus datang ke kiai, sebab kiai merupakan tempat masyarakat meminta petunjuk dalam kehidupan keagamaan mereka,” katanya.

» Baca berita terkait Pilgub Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -