Rangkul Khofifah, Para Mamak di Wamena Bersuka Cita

MENSOS DAMPINGI PENCAIRAN: Mensos Khofifah Indar Parawansa merangkul hangat penerima PKH non tunai di Kantor Bupati Jayawijaya, Jl Yos Sudarso 25, Wamena, Rabu (10/5). | Foto: Ist

JAYAWIJAYA, Barometerjatim.com – Arugi Itlay tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dua hal yang membuat ibu enam anak warga Wamena itu bersuka cita. Pertama, dia tak pernah membayangkan bisa bertemu langsung dengan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawasa. Apalagi Khofifah tak canggung bercengkerama sambil sesekali merangkul hangat.

Kedua, inilah untuk kali pertama, Arugi bersama 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lainnya di Kabupaten Jayawijaya menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai.

Istimewanya lagi, penyerahan bansos yang berlangsung di Kantor Bupati Jayawijaya, Jl Yos Sudarso 25, Wamena, Rabu (10/5), disaksikan Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana serta sejumlah menteri Kabinet Kerja, termasuk Mensos Khofifah.

• Baca: PKH Non Tunai Tembus Perbatasan Papua

“Terima kasih Ibu, bantuan PKH untuk anak saya sekolah,” tutur Arugi yang begitu senang dan terharu ketika menerima bantuan dari pemerintah tersebut.

Tak hanya Arugi, senyum ceria juga terlihat dari wajah para mamak atau ibu penerima PKH. Sambil menggenggam buku tabungan dan KKS, mereka merangkul Mensos. Beberapa tampak berkaca-kaca saat Mensos menyalami mereka satu per satu dan mengucapkan selamat.

Khofifah menuturkan, dengan adanya bansos PKH ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat meningkat. Dari yang sebelumnya anggaran mereka terbatas untuk mengakses pendidikan serta gizi ibu hamil dan anak, kini mereka bisa membeli buku atau seragam dan sepatu sekolah yang layak.

“Bisa juga beli telur dan daging atau susu untuk dikonsumsi keluarga,” kata Mensos seraya merangkul seorang Mamak yang baru saja mencairkan bansos.

• Baca: Pemda Diminta Aktif Edukasi Penerima Bansos Non Tunai

Ya, inilah untuk kali pertama 501 KPM di Kabupaten Jayawijaya menerima bansos PKH non tunai. Dana yang dikucurkan hari ini adalah tahap pertama dari empat tahap dalam setahun dengan nilai total Rp 250,5 juta untuk empat distrik di Kabupaten Jayawijaya: Wouma, Wamena, Usilimo dan Kurulu.

Keempat distrik itu berada di Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya dan secara bertahap pemerintah akan mengupayakan bansos dapat menjangkau 40 distrik yang ditarget pada Agustus 2017.

Sedangkan total bansos untuk Kabupaten Jayawijaya pada 2017 yakni Rp 24.022.934.400. Rinciannya bansos PKH untuk 501 keluarga dan beras sejahtera (Rastra) untuk 16.784 keluarga.

Dampingi Proses Pencairan

BERCENGKERAMA: Di sela pencairan bansos PKH non tunai, Mensos Khofifah Indar Parawansa bercengkerama akrab dengan salah seorang penerima bansos. | Foto: Ist

Tak hanya menyerahkan bantuan, Mensos juga turun langsung dalam memantau proses pencairan bantuan di agen bank. Untuk Kabupaten Jayawijaya, Bank BNI 46 menjadi bank penyalur.

“Pendampingan dan edukasi sangat penting karena mamak-mamak ini kan baru pertama kali mendapat bantuan PKH dalam bentuk non tunai yang menggunakan sistem perbankan,” katanya.

• Baca: 30 Hari, 4 Kali Khofifah Blusukan dengan Motor

“Karena itu mereka perlu diedukasi bagaimana cara menggunakan kartu dan buku tabungannyanya, dimana mereka dapat mencairkan bansos dan untuk apa saja peruntukan bansos PKH. Ini penting dilakukan agar bansos tepat sasaran dan tepat manfaat.”

Penyaluran PKH di Jayawijaya, lanjut Khofifah, merupakan pencapaian yang sangat baik dan bagian penting dari upaya pemerintah menyalurkan bansos ke seluruh wilayah Indonesia.

Kini masyarakat setempat mendapat bantuan dari pemerintah Rp 2 juta per tahun yang diberikan bertahap sebanyak empat kali. Pemerintah akan mentransfer dana tersebut ke rekening bank masing-masing KPM sebesar Rp 500 ribu pada Februari, Mei, Agustus dan November.