Selasa, 04 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

PPP Jatim Dukung Khofiah Maju Gubernur Lagi, Kalau Wakilnya.. Tunggu Dulu!

Berita Terkait

BERSAMA LAGI ATAU PISAH: Khofifah dan Emil Dardak, disebut-sebut tak akan bersama lagi di 2024. | Foto: Antara
BERSAMA LAGI ATAU PISAH: Khofifah dan Emil Dardak, disebut-sebut tak akan bersama lagi di 2024. | Foto: Antara
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sama dengan Partai Golkar dan PAN, PPP yang merupakan anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) juga tak mau mengikuti irama Partai Demokrat yang menawarkan duet Khofifah-Emil jilid II di Pilgub Jatim 2024.

“Kuncinya di Pileg, dilihat dulu nanti kursi PPP, kalau lebih banyak (dari Demokrat) bisa jadi kita usul kader internal,” kata Wakil Ketua DPW PPP Jatim, Mujahid Ansori di Surabaya, Jumat (12/8/2022).

Tapi kalau terkait Khofifah Indar Parawansa, PPP menegaskan komitmennya untuk mendukung Gubernur Jatim itu, baik maju di Pilpres atau kembali nyalon gubernur.

“Kalau dengan Bu Khofifah yang notabene kader asli yang dilahirkan PPP, saya kira sudah selesai. Bu Khofifah mau ke Pilpres, kita usulkan. Mau maju lagi di Pilgub Jatim, ya kita dukung,” tegas Mujahid.

“Saya kira, kalau partai di KIB semua senapas ya untuk Bu Khofifah. Kalau beliau maju di Pilgub Jatim, rasa-rasanya KIB siap mendukung. Tapi kalau wakilnya.. ya tunggu dulu,” tandasnya.

Senada dengan PPP, Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji juga menegaskan partainya akan mengutamakan kader internal untuk diusung di Pilgub Jatim 2024. Hanya saja, saat ini konsentrasinya masih pada Pileg.

“Sekali lagi, bahwa Pilgub Jatim masih jauh, Belanda masih jauh. Kalau siapa yang diusulkan, itu nanti ya. Golkar juga punya banyak kader internal yang mumpuni,” katanya.

Sedangkan soal Khofifah, Golkar Jatim lebih condong perempuan yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjadi Cawapres mendampingi Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto di Pilpres 2024.

“Jelas Golkar Jatim kalau Ibu Khofifah mau jadi wakilnya Pak Airlangga monggo kami usulkan. Kalau Pilgub Jatim itu bicaranya setelah Pileg 2024 saja,” katanya.

Pun demikian dengan Ketua DPW PAN Jatim, Ahmad Riski Sadig bahkan menyatakan belum memikirkan tawaran Demokrat soal Khofifah-Emil jilid II karena masih menunggu hasil Pileg 2024.

“Kalau soal jilid II tentunya berdasar undang-undang syarat pencalonan bergantung hasil Pemilu 2024. Kalau PAN mengawal sampai akhir, itu sudah komitmen sebagai pengusung saat Pilgub Jatim 2018,” katanya.

» Baca berita terkait Pilgub Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -