PERSI: Nakes Terpapar, Wajar IGD RS William Booth Lockdown!

LOCKDOWN: IGD RS William Booth di-lockdown lantaran banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. | Foto: IST
LOCKDOWN: IGD RS William Booth di-lockdown lantaran banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rumah Sakit (RS) William Booth Surabaya memutuskan me-lockdown Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Selasa (29/6/2021) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Langkah ini diambil, karena pelayanan nyaris lumpuh akibat lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya, sehingga jumlah dokter yang tersisa hanya 2 PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dan 1 part timer. Selain itu, banyak pula tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar.

Menanggapi keputusan lockdown tersebut, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim, Dokter Dodo Anando menyebut wajar.

“Ya wajar, ndak apa-apa, karena dokter dan perawatnya terpapar juga. Kalau nakesnya ndak ada, siapa yang akan memeriksa? Yang saya katakan di sini IGD-nya yang lockdown ya, bukan rumah sakit secara keseluruhan,” katanya.

Lantaran dokter dan perawat ikut terpapar Covid-19, kata Dodo, maka dikurangi sementara pelayanannya. Ditutup, tidak menerima pasien dari luar, termasuk tidak menerima rujukan atau menerima pasien khusus Covid-19.

“Jadi tidak ada masalah. Saya dengar Pak Wali (Wali Kota Eri Cahyadi) juga akan membawa nakesnya ke hotel untuk isolasi. Baguslah, ini gerbrakan Pak Wali pada teman-teman di rumah sakit sudah bagus. Kalau ada pasien yang butuh, bisa ke IGD rumah sakit lain,” tuturnya.

Nah, di luar IGD, lanjut Dodo, pelayanan lain di RS William Booth masih berjalan seperti biasanya. “Orang sakit yang sudah dirawat di dalam, yang rawat inap, tetap dirawat. Sekali lagi, yang di-lockdown hanya IGD-nya,” ucap Dodo.

Sebelumnya, manajemen RS William Booth berkirim surat pemberitahuan lockdown IGD ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Surat ditandatangani Direktur RS William Booth, Dokter TB Riyanto.

Dalam surat dijelaskan, penutupan layanan IGD karena terdapat 24 karyawan termasuk tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Bahkan, sembilan di antaranya terpaksa dirawat di IGD tersebut.

“TMaka kami memohon izin untuk melakukan lockdown tentatif terhadap pelayanan IGD RS William Booth Surabaya, terhitung mulai 29 Juni 2021 sampai dengan keadaan tenaga kami terpulihkan kembali, yang akan kami informasikan berikutnya,” demikian isi surat.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona