Persela Tumbang di Kandang! Aji Salahkan Lini Belakang

Aji Santoso (foto atas) Dejan Antonic, keterangan pers usai laga. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal
Aji Santoso (foto atas) dan Dejan Antonic, keterangan pers usai laga. | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso menyebut kekalahan timnya 1-2 dari Madura United lebih banyak disebabkan lini belakang kurang sigap dalam mengantisipasi bola-bola atas. Sehingga, timnya kebobolan dua gol dari sundulan pemain lawan.

“Dua gol Madura United bukan dari kerja sama yang baik dari lawan, tapi pemain kita kurang siap dalam mengantisipasi datangnya bola,” ujar Aji usai laga di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu (31/3/2019).

Eks pelatih Arema FC itu menambahkan, baik gol pertama maupun kedua, bek terlambat menghalau terutama Jairon Filho. Kedua gol Madura United itu, tegas Aji, karena bek asal Brasil tersebut telat mengantisipasi dan salah posisi.

“Kalau dilihat, gol pertama, Jairon terlalu keluar sehingga telat antisipasi bola. Sedang gol kedua, dia salah posisi. Bola dari sisi kanan kita, diumpan lambung, sedang Racik bebas sundul bola, jadi gol,” jelasnya.

Meski gagal ke semifinal, Aji tak terlalu risau dan mencoba menghibur pemainnya kalau laga ini sifatnya turnamen pramusim. Dia berharap kekalahan Persela di kandang dari Madura United tidak boleh lagi terjadi di kompetesi Liga 1.

“Ya, yang pasti kita tidak ingin kalah tadi, tapi ini laga pramusim. Yang penting pada kompetisi (Liga 1) nanti, kita bisa mengembalikan catatan positif lagi,” ucap pelatih asal Kepanjen Malang itu.

Modal Lawan Persebaya

Laga Persela Vs Madura United di Stadion Surajaya Lamongan, | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal
Laga Persela Vs Madura United di Stadion Surajaya Lamongan, | Foto: Barometerjatim.com/dani iqbaal

Di sisi lain, pelatih Madura United, Dejan Antonic menyebut modal sejarah yang tidak pernah menang di Surajaya membuat para pemainnya bersemangat untuk mengubahnya.

Kemenangan di kandang Persela ini, lanjut Dejan, juga menjadi modal bagi timnya untuk menghadapi laga berikutnya di semifinal melawan Persebaya Surabaya.

“Kita datang untuk mengubah sejarah negatif di Surajaya, kita berhasil menang. Saya ucapkan selamat kepada pemain-pemain Madura. Selanjutnya, kita fokus ke Persebaya,” ungkap pelatih asal Serbia itu.

Dejan melanjutkan, kemenangan ini selain berkat kerja keras pemain di lapangan juga berkat dukungan ofisial. Namun dia mengingatkan pemainnya kalau perjalanan di Piala Presiden belum selesai, masih ada semifinal bahkan mungkin final.

“Kemenangan ini kerja keras semuanya, pemain, pelatih, ofisial dan semua yang mendukung Madura United. Kita berada di jalur yang benar, tapi masih ada laga berikutnya, kita harus kerja lebih keras untuk menang,” jelas Dejan. •

» Baca Berita Terkait Persela, Piala Presiden