Pedagang Daging Sapi di Jatim Tak Ikut Mogok, Ini Sebabnya!

AMAN HINGGA RAMADHAN: Aktifitas jagal dan pedagang daging sapi di RPH Pegirian Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
AMAN HINGGA RAMADHAN: Aktifitas jagal dan pedagang daging sapi di RPH Pegirian Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Situasi berbeda terkait harga daging sapi menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H. Jika pedagang di kawasan Jabodetabek sampai mogok, kondisi di Jatim justru sebaliknya: Adem ayem!

Situasi berbeda tersebut, menurut Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, Muthowif, karena para jagal atau pedagang di Jabotabek sangat tergantung pada sapi eks impor dari Australia.

“Belakangan ini harganya terjadi kenaikan yang semula Rp 45 ribu timbang hidup menjadi Rp 56 ribu,” kata Muthowif kepada Barometerjatim.com, Sabtu (13/2/2021).

Sedangkan para jagal atau pedagang daging sapi di Jatim, lanjut Muthowif, selama ini lebih banyak memilih sapi lokal dibandingkan sapi eks impor dengan harga lebih stabil di angka Rp 45-46 ribu.

“Saya menilai, sapi-siap potong di Jatim juga masih mencukupi kebutuhan permintaan masyarakat Jatim sendiri,” katanya.

Menurut Muthowif, ada beberapa hal yang dilakukan para pedagang daging sapi di sejumlah kabupaten/kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang dalam rangka mencukupi daging sapi segar ke pasar-pasar tradisional.

Di antaranya para jagal tidak lagi tergantung pada sentra sapi kabupaten tertentu, seperti Probolingo, Malang dan Pare. Sebab, jagal sudah punya kemauan untuk membeli sapi siap potong di kabupaten yang lain, seperti Magetan, Blitar, serta Ngadiluweh.

Selain itu, kata Muthowif, situasi pandemi Covid-19 juga mengakibatkan minimnya permintaan daging segar. Hal tersebut bisa dilihat dari terus menurunnya jumlah sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH).

“Dengan tidak tergantung pada sentra sapi tertentu dan minimnya permintaan, saya berkeyakinan sampai dengan bulan puasa Ramadhan 2021 harga daging sapi di Jatim tetap aman dan terkendali atau tidak akan terjadi gejolak harga,” tuntasnya.

Baca Berita Terkait PPSDS